konsensus PNPK buku ajar Pedoman SPM

Jumat, 25 Agustus 2017

FLUNARIZIN

Indikasi
Profi laksis migren. Profi laksis gangguan vestibular seperti pusing, tinitus, vertigo;
kurang konsentrasi dan bingung; gangguan tidur dan memori serta iritabilitas; kram otot,
parestesia, ekstremitas dingin, gangguan tropik.
Kontra Indikasi
Depresi, parkinsonisme, terapi dengan penyekat beta.
Peringatan dan Perhatian
Kehamilan, menyusui, hipotensi, dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi atau
mengoperasikan mesin.
Dosis
Terapi profi laksis migren, gangguan vestibular, gangguan sirkulasi perifer dan serebral,
Dewasa < 65 tahun: awal 10 mg/hari saat malam hari, > 65 tahun: 5 mg/hari. Maksimum
10 mg/hari.



Efek Samping
Mengantuk dan lelah, peningkatan berat badan selama profi laksis migren. Depresi, gejala
ekstrapiramidal terutama pada orang tua. Jarang terjadi gangguan pencernaan, insomnia,
ruam kulit.
Interaksi Obat
Alkohol, hipnotik, trankuilizer. Dengan kontrasepsi oral dapat menyebabkan galaktore.
Sediaan
Tab 5 mg; 10 mg.


GOLONGAN VASODILATOR

RIVASTIGMIN

Indikasi
Demensia ringan hingga berat pada penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Kontra Indikasi
Hipersensitivitas terhadap rivastigmin, turunan karbamat lainnya, atau bahan tambahan
lainnya.

Peringatan dan Perhatian
Sindroma sick sinus, ulserasi saluran cerna, obstruksi saluran kemih.

Dosis
Oral: Awal 1,5 mg 2 kali/hari, dapat ditingkatkan perlahan. Bila terapi terhenti selama lebih
beberapa hari, dimulai kembali 1,5 mg 2 kali/hari, ditingkatkan bila perlu. Maksimal 6 mg
2 kali/hari.
Pelekat transdermal: Awal: pelekat transdermal-5 1 kali/hari, kemudian ditingkatkan
ke pelekat transdermal-10 setelah minimal 4 minggu terapi. Pemeliharaan: pelekat
transdermal-10.

Efek Samping
Lelah, astenia, sakit kepala, gangguan saluran cerna.

Interaksi Obat
Hati-hati penggunaan bersama kolinomimetik, antikolinergik, relaksan otot jenis
suksinilkolin selama anestesi.

Sediaan
Pelekat transdermal-5 9 mg; pelekat transdermal-10 18 mg. Kaps 1,5 mg, 3 mg, 4,5 mg,
6 mg. Solusio oral 2 mg/mL dalam btl 120 mL.


OBAT DEMENTIA


GALANTAMIN HBR

GALANTAMIN HBR
Indikasi
Dementia tipe Alzheimer ringan hingga berat.
Kontra Indikasi
Disfungsi hati dan ginjal berat. Hipersensitivitas terhadap galantamin hidrobromida.
Peringatan dan Perhatian
Monitor BB pasien. Pasien dengan sindroma sick sinus atau gangguan konduksi kardiak
supraventrikular lainnya. Pasien dengan obstruksi gastrointestinal, asma atau PPOK,
obstruksi keluaran urin.
Dosis
Awal 4 mg 2 kali/hari untuk 4 minggu, kemudian ditingkatkan menjadi 8 mg 2 kali/hari
untuk minimal 4 minggu. Hingga 12 mg 2 kali/hari tergantung respon dan toleransi.
Efek Samping
Mual, muntah, diare, nyeri abdomen, dispepsia, anoreksia, lelah, pusing, sakit kepala,
somnolen dan penurunan BB. Kebingungan, insomnia, rhinitis, ISK.
Interaksi Obat
Digoksin, penyekat beta. Kolinomimetik lain. Ketokonazol, paroksetin, eritromisin,
amitriptilin, fl uoksetin, fl uvoksamin, kuinidin.
Sediaan
Tab 4 mg, 8 mg. Kaps lepas lambat 8 mg, 16 mg.


GOLONGAN OBAT DEMENTIA

DONEPEZIL

Indikasi
Terapi simtomatik demensia ringan atau sedang.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap donepezil HCl, derivat piperidin, atau bahan lain dalam obat ini.
Peringatan dan Perhatian
Gangguan konduksi kardiak supraventrikular, riwayat penyakit ulkus, asma, terapi
bersama AINS.
Dosis
5 mg/hari pada sore hari, ditingkatkan 10 mg/hari setelah 4-6 minggu.
Efek Samping
Diare dan kram otot. Lelah, mual, muntah, insomnia, pusing. Dapat sedikit meningkatkan
konsentrasi kreatin kinase otot.
Interaksi Obat
Anestesi, antikolinergik, suksinilkolin, agen penghambat neuromuskular lain atau agonis
kolinergik lainnya.

Sediaan
Tab 5 mg.

GOLONGAN OBAT DEMENTIA

SULFASALAZIN

Indikasi
Infl ammatory Bowel Disease (IBD), artritis reumatoid .

Kontra Indikasi
Penderita hipersensitif terhadap komponen obat.

Peringatan dan Perhatiaan
Hati-hati untuk penderita gangguan hati dan ginjal, penderita asma bronkial atau alergi.
Pengobatan dihentikan bila timbul reaksi hipersensitivitas.

Dosis
Oral IBD: Dosis awal 1-2 g 4 kali/hari. Dosis pemeliharaan 2 g/hari dalam dosis terbagi.
Artritis reumatoid: dosis awal: 500 mg/hari selama 1 minggu pertama, kemudian ditingkatkan perlahan bila perlu. Maksimal 3 g/hari dalam 2-4 dosis terbagi.
Rektal IBD: 0,5-1 g pada pagi dan malam hari. Sebagai enema 3 g/hari malam hari,
dipertahankan paling tidak 1 hari.

Efek samping
Sakit kepala, mual dan kehilangan nafsu makan, kenaikan suhu badan, ruam kulit.

Interaksi Obat
Fenobarbital menurunkan ekskresi sulfasalazin melalui urin. Mengurangi bioavailabilitas
digoksin.

Sediaan
Kapl salut enterik 500 mg.

GOLONGAN : OBAT UNTUK RADANG KRONIK USUS
AGEN AMINOSALISILAT

LAKTULOSA

Indikasi
Konstipasi kronik, pre-koma hepatik dan koma hepatik.

Kontra Indikasi
Penderita galaktosemia, obstruksi intestinal.

Peringatan dan Perhatiaan
Wanita hamil dan ibu menyusui sebaiknya menghindari penggunaan produk ini.

Dosis
Konstipasi: dosis awal 10-20 g (15-30 mL)/hari. Maksimal 45 mL. Ensefalopati hepatik:
60-100 g (15-50 mL)/hari dibagi 3 dosis.

Efek Samping
Kembung, kram dan rasa tidak enak pada perut. Penggunaan berlebihan dapat
menyebabkan diare. Pernah dilaporkan terjadi mual, muntah, mulut kering.

Sediaan
Larutan 3,335 g/5 mL btl 60 mL; 120 mL. Sir 10 g/15 mL btl 60 mL.


GOLONGAN LAKSATIF

BISAKODIL

Indikasi
Meringankan gangguan konstipasi karena: berbaring lama di tempat tidur, perubahan
pola makan dan lingkungan, kebiasaan sering menunda/menahan buang air besar,
penyakit atau gangguan saluran pencernaan. Mengurangi rasa nyeri pada saat buang air
besar, misal hemoroid. Persiapan untuk barium enema dan tindakan pada kolon seperti
proktosigmoidoskopi. Sebagai pencahar sebelum dan sesudah operasi.

Kontra Indikasi
Keadaan yang memerlukan operasi abdomen akut, ileus obstruksi, dehidrasi berat.
penderita yang hipersensitif terhadap bisakodil. Penderita apendiksitis, gastroenteritis dan
perdarahan rektal.

Peringatan dan Perhatian
Jangan diminum bersama antasida atau susu. Hamil dan menyusui. Jangan digunakan
pada keadaan mual, muntah dan sakit perut. Penggunaan secara terus-menerus atau
terlalu sering dapat menyebabkan ketergantungan.

Dosis
2 tab ditelan utuh (tanpa dikunyah) sebelum tidur untuk memberikan hasil defekasi pada
keesokan paginya. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 4 tab.

Efek Samping
Rasa tidak nyaman pada abdomen.

Sediaan
Tab 5 mg.


GOLONGAN LAKSATIF

Selasa, 22 Agustus 2017

LOPERAMID HCL

LOPERAMID HCL



Indikasi
Terapi simtomatik untuk diare nonspesifi k akut dan kronik.

Kontra Indikasi
Kondisi dimana konstipasi harus dihindari.

Peringatan dan Perhatian
Gangguan ginjal dan hati. Hindari pada diare yang disebabkan E. coli, Salmonella,
Shigella atau feses berdarah. Kehamilan dan menyusui.

Dosis
Diare akut: awal 4 mg, kemudian 2 mg tiap diare. Dosis maksimal 16 mg/hari. Diare kronik:
awal 4-8 mg/hari dalam dosis terbagi. Maksimum 16 mg/hari.

Efek Samping
Mulut kering, konstipasi, mual, muntah.

Sediaan
Tab 2 mg.

golongan : obat diare

ORALIT

ORALIT


Indikasi
Terapi penggantian elektrolit pada muntah dan diare.
Dosis
Larutkan 1 sach dalam 200 mL air.
Sediaan
Sach 200 mL.


golongan : obat untuk diare

ATROPIN

ATROPIN


Indikasi
Keracunan organofosfat dan karbamat.

Peringatan dan Perhatian
Lanjut usia, sindrom Down, glaukoma sudut tertutup, miastenia gravis, gangguan saluran
cerna, pembesaran prostat.

Dosis
Keracunan organofosfat 2 mg setiap 10-30 menit secara i.v. atau i.m. hingga kulit terlihat
kering dan fl ushing, pupil dilatasi, dan mulai terjadi takikardi.

Sediaan
Inj amp 0,25 mg/1 mL.



golongan : anti spasmodik

ONDANSETRON

ONDANSETRON


Indikasi
Mual dan muntah yang diinduksi oleh kemoterapi atau radiasi atau pasca operasi.

Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap ondansetron.

Peringatan dan Perhatian
Kehamilan dan laktasi.

Dosis
Mual dan muntah pasca operasi: 8 mg 1 jam sebelum anestesi, diikuti 8 mg setiap 8
jam. Terapi 4 mg sebagai dosis tunggal i.v. atau i.m. Kemoterapi: 8 mg dosis tunggal i.v.
perlahan sebelum kemoterapi diikuti infus 1 mg/jam hingga 24 jam.

Efek Samping
Konstipasi, sakit kepala, sensasi kemerahan atau terasa hangat pada kepala dan
epigastrium, peningkatan sementara aminotransferase yang asimtomatik.

Sediaan
Tab 4 mg, 8 mg. Kapl 4 mg, 8 mg. Amp 4 mg/2 mL, 8 mg/4 mL.

METOKLOPRAMID HCL

METOKLOPRAMID HCL


Indikasi
Meredakan gejala gastroparesis diabetikum akut dan rekuren. Menanggulangi mual dan
muntah karena pengaruh obat-obatan pasca operasi. Pengobatan jangka pendek gejala
rasa terbakar yang berhubungan dengan refl uks esofagitis.
Kontra Indikasi
Hipersensitivitas atau tidak tahan terhadap metoklopramid. Tidak boleh digunakan
pada penderita epilepsi atau penderita yang memakai obat lain yang serupa dapat
menyebabkan gangguan ekstrapiramidal. Adanya perdarahan obstruksi atau perforasi
pada saluran cerna, penderita dengan feokromositoma.
Dosis
Dewasa: 10 mg 3 kali/hari diberikan 30 menit sebelum makan atau sebelum tidur.
Dosis tersebut dapat ditingkatkan sesuai anjuran dokter.

Interaksi Obat
Bersifat antagonis terhadap kerja obat-obat golongan antikolinergik dan analgetik narkotik.
Menambah efek sedasi bila diberikan bersama dengan alkohol, sedatif, hipnotik, narkotik,
trankuilizer. Meningkatkan absorpsi dari parasetamol, tetrasiklin, levodopa, etanol,
siklosporin, dan dapat menurunkan absorpsi dari digoksin. Penderita yang mendapat
pengobatan MAO inhibitor.
Sediaan
Tab 10 mg. Inj amp 5 mg/mL x 2 mL.


DOMPERIDON

DOMPERIDON



Indikasi
Meringankan mual dan muntah yang disebabkan oleh dispepsia, terapi kanker atau obat
lain.

Kontra Indikasi
Adanya perdarahan GI, obstruksi atau perforasi mekanik. Anak-anak, kecuali pada mual
dan muntah yang disebabkan oleh sitostatik.

Peringatan dan Perhatian
Gangguan ginjal dan hati, kehamilan.

Dosis
Mual dan muntah: Dewasa dan usia lanjut 10-20 mg tiap 4-8 jam. Dispepsia fungsional:
10-20 mg 3 kali/hari. Maksimal pengobatan selama 2 minggu. Berikan 15-30 menit
sebelum makan dan sebelum tidur.

Efek Samping
Jarang sedasi, reaksi distonik ekstrapiramidal, parkinsonisme dan diskinesia tardive;
galaktore, ginekomastia, pembesaran dan pelunakan payudara; ruam dan reaksi alergi
lain.

Interaksi Obat
Aktivitas dihambat oleh obat antimuskarinik dan analgesik opioid.

Sediaan
Tab salut selaput 10 mg. Sir 5 mg/5 mL x 60 mL.



golongan : antiemetik

DIMENHIDRINAT

DIMENHIDRINAT



Indikasi
Mabuk perjalanan, mual dan vertigo pada penyakit Meniere.

Kontra Indikasi
Hipersensitivitas.

Peringatan dan Perhatian
Jangan mengendarai motor atau menjalankan mesin.

Dosis
Mabuk perjalanan: 50-100 mg, diminum 30 menit sebelum perjalanan, jika perlu dapat
diulangi tiap 6-8 jam. Mual dan vertigo pada penyakit Meniere: oral 50-100 mg 3-4 kali/
hari.

Efek Samping
Mengantuk, mulut dan hidung kering, gelisah.

Sediaan
Tab 50 mg.



golongan : antiemetik

Jumat, 18 Agustus 2017

BETAHISTIN MESILAT

BETAHISTIN MESILAT

Indikasi
Vertigo dan pusing pada penyakit Meniere, sindroma Meniere, vertigo perifer.

Peringatan dan Perhatian
Tukak peptik, asma bronkial, feokromositoma.
Dosis
Awal: 16 mg 3 kali/hari. Dosis pemeliharaan: 24-48 mg/hari.
Efek Samping
Keluhan lambung ringan, ruam kulit.
Sediaan
Tab 6 mg, 8 mg, 24 mg. Kapl 6 mg.




golongan : antiemetik


SUKRALFAT

SUKRALFAT
Indikasi
Pengobatan jangka pendek (sampai 8 minggu) pada ulkus duodenum.
Kontra Indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat ini.
Peringatan dan Perhatian
Hati-hati diberikan pada pasien gagal ginjal kronik dan pasien dialisis. Penggunaan selama
kehamilan hanya jika benar-benar diperlukan. Hati-hati pada wanita menyusui. Jika perlu,
antasida dapat diberikan dalam jangka waktu 30 menit sebelum atau sesudahnya.
Dosis
Dewasa: 1000 mg (2 tab atau 10 mL suspensi) 4 kali/hari, sewaktu lambung kosong
(1 jam sebelum makan dan tidur). Pengobatan dilanjutkan hingga hasil pemeriksaan
memperlihatkan kesembuhan.
Efek Samping
Konstipasi dan mulut kering. Keluhan lainnya: diare, mual, muntah, tidak nyaman di perut,
fl atulen, pruritus, ruam, mengantuk, pening, nyeri punggung dan sakit kepala.
Interaksi Obat
Dapat mengurangi absorpsi/bioavailabilitas dari simetidin, siprofl oksasin, digoksin,
ketokonazol, norfl oksasin, fenitoin, ranitidin, tetrasiklin dan teofi lin.
Sediaan
Suspensi 500 mg/5 mL btl 200 mL; btl 100 mL. Tab 500 mg. Kapl 500 mg.

RANITIDIN

RANITIDIN
Indikasi
Ulkus duodenal dan ulkus gaster ringan, refl uks esofagitis, hiperasiditas.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap obat.
Peringatan dan Perhatian
Hati-hati pada gangguan fungsi ginjal.
Dosis
150 mg 2 kali/hari selama 4-8 minggu. Inj i.m./i.v. intermiten: 50 mg setiap 6-8 jam.

Efek Samping
Sakit kepala, pusing.
Sediaan
Tab salut selaput 150 mg. Kapl 300 mg. Inj amp 25 mg/mL, 50 mg/2 mL.

OMEPRAZOL

OMEPRAZOL
Indikasi
Pengobatan jangka pendek pada ulkus duodenum, ulkus lambung, refl uks esofagitis
erosif/ulseratif.

Kontra Indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap omeprazol.
Peringatan dan Perhatian
Sebelum mulai pengobatan, periksa kemungkinan adanya keganasan pada lambung
karena omeprazol dapat menutupi keganasan sehingga memperlambat diagnosis.
Jangan diberikan pada wanita hamil dan menyusui.
Dosis
Ulkus duodenum: 20 mg/hari selama 2 minggu, jika belum sembuh dilanjutkan lagi
selama 2 minggu; atau 40 mg/hari selama 4 minggu pada pasien yang resisten terhadap
obat lain. Ulkus lambung, refl uks esofagitis: 20 mg/hari selama 4 minggu, jika belum
sembuh dilanjutkan lagi selama 4 minggu; atau 40 mg/hari selama 8 minggu, pada pasien
yang resisten terhadap obat lain. Esofagitis Zollinger: 60 mg/hari, dosis disesuaikan
dengan respon tiap individu, selama indikasi klinis. Pada penyakit berat diperlukan dosis
sekitar 20-120 mg/hari, dosis > 80 mg diberikan 2 kali/hari. Tidak diperlukan penyesuaian
dosis pada lansia.
Efek Samping
Mual, sakit kepala, diare, konstipasi, fl atulen, kemerahan kulit.
Interaksi Obat
Diazepam, warfarin, fenitoin. Obat yang dimetabolisme melalui sistem sitokrom P450.
Sediaan
Kaps 10 mg, 20 mg. Kapl 20 mg. Inj vial 40 mg.


LANSOPRAZOL

LANSOPRAZOL
Indikasi
Tukak duodenal, tukak lambung berulang, refl uks esofagitis.

Kontra Indikasi
Hipersensitivitas terhadap lansoprazol.

Peringatan dan Perhatian
Gangguan hepatik, usia lanjut, kehamilan, menyusui.

Dosis
Tukak duodenal, tukak lambung berulang: 30 mg 1 kali/hari selama 4-8 minggu. Refl uks/
erosif esofagitis: 30 mg 1 kali/hari selama 8 minggu
.
Efek Samping
Konstipasi, diare, mulut kering, distensi abdomen, sakit kepala, mual, muntah, urtikaria,
ruam. Jarang: perubahan enzim hepatik dan hematologi.

Interaksi Obat
Teofi lin, antasida.

Sediaan
Tab 30 mg. Kaps 10 mg, 15 mg, 30 mg.

SIMETIKON

SIMETIKON
Indikasi
Mengurangi perut kembung dan nyeri perut akibat fl atulensia.

Dosis
100-250 mg 3-4 kali/hari sesuai kebutuhan. Dapat diberikan bersamaan dengan antasida.
Interaksi Obat
Simetikon meningkatkan toksisitas karbamazepin.
Sediaan
Tab kunyah 125 mg. Sach 100 mg.


Kamis, 17 Agustus 2017

ALUMINIUM HIDROKSIDA, MAGNESIUM HIDROKSIDA

Indikasi
Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung,
gastritis, tukak lambung, tukak usus 12 jari, dengan gejala-gejala seperti nyeri lambung,
nyeri ulu hati.
Kontra Indikasi
Jangan diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal berat, karena dapat
menimbulkan hipermagnesemia.
Peringatan dan Perhatian
Hati-hati penggunaan pada penderita dengan diet rendah fosfor dan pemakaian lama.
Tidak dianjurkan penggunaan terus-menerus (> 2 minggu) kecuali atas petunjuk dokter.
Dosis
Tab: sehari 3-4 kali 1-2 tab. Tab dikunyah dahulu. Suspensi: sehari 3-4 kali 1-2 sendok
takar (5-10 mL). Semua dosis diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan
dan menjelang tidur.
Efek Samping
Konstipasi, diare, mual dan muntah, reaksi alergi.
Interaksi Obat
Pemberian bersama simetidin atau tetrasiklin dapat mempengaruhi absorpsi obat, berikan
dengan selang waktu 1-2 jam.
Sediaan
Tab atau suspensi Aluminium Hidroksida 230 mg; Magnesium Hidroksida 300 mg.

Jumat, 04 Agustus 2017

SIMVASTATIN

SIMVASTATIN
Indikasi
Menurunkan kadar kolesterol total LDL pada penderita dislipidemia, penyakit jantung
koroner.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap simvastatin atau komponen obat, penyakit hati aktif atau peningkatan
transaminase serum yang menetap yang tidak jelas penyebabnya, kehamilan, menyusui.
Peringatan dan Perhatian
Pasien alkoholik atau dengan riwayat penyakit hati, penggunaan jangka panjang,
penderita dengan miopati akut dan parah atau dengan risiko gagal ginjal sekunder, jika
terjadi nyeri otot, anak dan remaja.
Dosis
Awal 10-20 mg 1 kali/hari pada malam hari, interval pengaturan dosis < 4 minggu. Dosis
maksimum 80 mg/hari.
Efek Samping
Nyeri abdomen, konstipasi, fl atulen, astenia, sakit kepala, miopati, rabdomiolisis, gangguan
neurologi, reaksi hipersensitivitas, anoreksia, muntah, alopesia, pruritus, ginekomastia,
kehilangan libido, disfungsi ereksi, mempercepat katarak, optalmoplegia.
Interaksi Obat
Immunosupresan, itrakonazol, gemfi brozil, niasin, eritromisin, kumarin, antipirin,
propranolol, digoksin.
Tab salut selaput 5 mg, 10 mg, 20 mg, 40 mg. Kapl 10 mg. Kaps 10 mg.


sumber Tulisan :
PENURUN KOLESTEROL

PRAVASTATIN NATRIUM

PRAVASTATIN NATRIUM
Indikasi
Mengurangi peningkatan kolesterol total dan LDL pada hiperkolesterolemia primer.
Memperlambat progresivitas aterosklerosis koroner dan mengurangi angka kejadian
penyakit jantung pada penderita dengan hiperkolesterolemia yang diketahui mengalami
aterosklerosis pada arteri koronaria. Pada penderita hiperkolesterolemia untuk mengurangi
risiko infark miokardium, mengurangi risiko pada tindakan revaskularisasi miokardium dan
kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap pravastatin dan komponen obat lainnya. Penyakit hati aktif atau
kenaikan persisten yang tidak dapat diterangkan pada uji fungsi hati. Hamil dan menyusui.
Peringatan dan Perhatian
Penderita dengan riwayat penyakit hati atau alkoholik berat. Tes fungsi hati dilakukan secara
periodik terutama pada penderita yang mengalami peningkatan kadar transaminase. Tes
laboratorium pada terapi jangka panjang dianjurkan tiap 3 bulan. Hiperkolesterolemia
familial homozigot.
Dosis
Awal 10-40 mg 1 kali/hari menjelang tidur. Penderita hiperkolesterolemia primer dengan
riwayat disfungsi hati atau ginjal dan usia lanjut: awal 10 mg/hari. Walaupun efek maksimal
akan terlihat dalam 4 minggu, pemeriksaan kadar lemak harus dilakukan secara periodik
selama pengobatan dan dosis disesuaikan dengan respon pasien.
Efek Samping
Miopati, rabdomiolisis, artralgia, gatal, mual, muntah, diare, konstipasi, kembung dan
nyeri abdominal, dispepsia, nyeri dada, rhinitis, infl uenza.
Interaksi Obat
Kolestiramin. Dengan zat fi brat lain, siklosporin, eritromisin, atau niasin meningkatkan
risiko miopati. Antikoagulan tipe warfarin. Simetidin.

Sediaan
Tab 10 mg, 20 mg. Kapl 10 mg, 20 mg.

sumber Tulisan :
PENURUN KOLESTEROL

GEMFIBROZIL

GEMFIBROZIL
Indikasi
Pengobatan hiperkolesterolemia. Mencegah risiko timbulnya penyakit jantung koroner
dengan menurunkan kolesterol LDL dan menaikkan kolesterol HDL. Pengobatan
hipertrigliseridemia (hiperlipidemia tipe IV dan V) yang berpotensi menimbulkan
pankreatitis. Pengobatan dislipidemia, khususnya untuk abnormalitas lipoprotein.
Kontra Indikasi
Penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat, penyakit kandung empedu
dan penderita yang hipersensitif terhadap gemfi brozil.
Peringatan dan Perhatian
Selama pengobatan lakukan pemeriksaan secara periodik kadar lipid serum dan
fungsi hati. Hentikan terapi bila terjadi abnormalitas yang menetap. Pada wanita hamil
dan menyusui, perhitungkan risiko pada bayi. Dapat meningkatkan ekskresi kolesterol
ke kandung empedu. Bila setelah 3 bulan tidak terdapat penurunan kadar lipid yang
memadai, hentikan pemberian.
Dosis
Dewasa 1200 mg dalam dosis terbagi 2, diberikan pada 30 menit sebelum makan pagi
dan makan malam. Dosis pemeliharaan 900-1500 mg/hari.
Efek Samping
Nyeri abdomen, apendiksitis akut, dispepsia, dan reaksi yang lain jarang terjadi. pusing,
somnolen, gangguan penglihatan, parestesia, depresi, neuritis perifer dan libido berkurang.
penurunan nilai hemoglobin, hematokrit dan leukosit. Ruam, dermatitis, pruritus, urtikaria,
angioedema, edema laringeal dan miastenia. Sangat jarang dilaporkan peningkatan tes
fungsi hati (SGOT, SGPT).

Interaksi Obat
Kombinasi dengan lovastatin dan penghambat HMG-CoA reduktase dapat menimbulkan
rabdomiolisis dan miositis. Dosis antikoagulan harus dikurangi untuk mencegah terjadinya
komplikasi pendarahan.
Sediaan
Kaps 300 mg, 600 mg. Tab 300 mg, 600 mg, 900 mg. Kapl 300 mg, 600 mg.


sumber Tulisan :
PENURUN KOLESTEROL

FENOFIBRAT

FENOFIBRAT

Indikasi
Hiperkolesterol (tipe IIa), hipertrigliserida endogen murni (tipe IV) atau kombinasi (tipe IIb
dan III).

Dosis
Dewasa: 300 mg/hari. Dosis pemeliharaan: 200 mg/hari.

Kontra Indikasi
Penderita gangguan ginjal atau hati, sirosis bilier primer. Kelainan kandung empedu atau
batu empedu.

Peringatan dan Perhatian
Monitor kadar transaminase secara teratur.

Efek Samping
Mual, muntah dispepsia, fl atulen, rasa tidak enak pada pencernaan, vertigo, peningkatan
sementara enzim transaminase.

Sediaan
Kaps 100 mg, 200 mg, 300 mg.

sumber Tulisan :
PENURUN KOLESTEROL

BROMOKRIPTIN MESILAT

BROMOKRIPTIN MESILAT
Indikasi
Mencegah dan menekan laktasi post-partum, prolaktinoma, sindroma premenstruasi,
akromegali, penyakit Parkinson.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap alkaloid ergot.
Peringatan dan Perhatian
Bromokriptin tidak seharusnya diberikan pada ibu menyusui, karena akan mengurangi
pengeluaran air susu. Pada dosis yang lebih tinggi, obat ini dapat mempengaruhi
kemampuan psikofi sik, terutama bila diberikan bersama-sama dengan alkohol atau
penghambat SSP. Oleh karena itu, peringatan tentang efek obat tersebut harus dijelaskan
pada penderita yang sedang minum obat ini saat mengemudikan kendaraan atau
menjalankan mesin. Kehamilan: pemberian obat ini harus dihentikan setelah menstruasi
pertama tidak terjadi. Pemberian kontrasepsi oral sebaiknya dihindarkan ketika sedang
dalam penggunaan obat ini.

Dosis
Prolaktinoma 2,5 mg 2 kali/hari selama 2-3 hari atau dilanjutkan hingga 14 hari. Sindroma
premenstruasi 2,5-5 mg/hari selama 1-5 minggu. Akromegali dosis awal 2,5 mg 2 kali/hari,
ditingkatkan bertahap, hingga 5 mg tiap 6 jam. Penyakit Parkinson Minggu ke-1: 1-1,25
mg sebelum tidur, Minggu ke-2: 2-2,5 mg sebelum tidur, Minggu ke-3: 2,5 mg 2 kali/hari,
Minggu ke-4: 2,5 mg 3 kali/hari. Setelah pemberian 3 kali/hari, dosis ditingkatkan 2,5
mg setiap 3-14 hari tergantung dari respon penderita. Dilanjutkan hingga dosis optimum
tercapai. Dosis biasanya antara 10-40 mg setiap hari.
Efek Samping
Efek samping yang mungkin terjadi: hipotensi ortostatik, kongesti nasal, mual, muntah dan
somnolen. Pada penderita yang sensitif dapat terjadi konstipasi, gangguan pencernaan,
kegelisahan psikomotorik. Pada pemberian dosis lebih dari 20 mg dapat mengakibatkan
gangguan fi sik (halusinasi, kebingungan pada penderita usia lanjut, psikotik, paranoid),
lelah, eritromelalgia dan diuresis.
Interaksi Obat
Penggunaan bersama-sama dengan levodopa dapat menurunkan konsentrasi
bromokriptin hingga 50%. Penggunaan bersama-sama dengan eritromisin dapat
menurunkan toleransi bromokriptin. Alkohol dapat menurunkan toleransi bromokriptin
dan sebaliknya, bromokriptin juga dapat menurunkan toleransi alkohol. Makanan dapat
menurunkan efek mual pada penggunaan bromokriptin pertama kali.
Sediaan
Tab 2,5 mg.



sumber Tulisan :

NATRIUM LEVOTIROKSIN

NATRIUM LEVOTIROKSIN
Indikasi
Gondok (goiter eutiroid), mencegah kambuhnya gondok sesudah dioperasi, sebagai
terapi kombinasi dalam pengobatan hipertiroid setelah fungsi normal tercapai, hipotiroid,
setelah pembuangan kelenjar tiroid yang disebabkan kanker tiroid.
Kontra Indikasi
Hipertiroid apapun penyebabnya. Perkecualian: sebagai terapi kombinasi dengan obat
antitiroid dalam pengobatan hipertiroid setelah fungsi normal tercapai. Pada kehamilan
terapi kombinasi tersebut tidak diindikasikan. Tirotoksikosis, infark miokard akut dan
insufi siensi adrenalin yang belum terkoreksi.
Dosis
Gondok: dewasa 75-200 mcg 1 kali/hari, remaja 50-150 mcg/hari. Pencegahan
kambuhnya gondok setelah operasi: 75-200 mcg 1 kali/hari. Hipotiroid: dewasa awal 25-50 mcg 1 kali/hari, terapi perawatan 125-250 mcg 1 kali/hari. Terapi kombinasi dengan
antitiroid 50-100 mcg 1 kali/hari, terapi operasi pembuangan tiroid 150-300 mcg 1 kali/
hari, tes penekan tiroid 200 mcg 1 kali/hari.
Efek Samping
Jika diminum sesuai aturan minum dan dibawah pengawasan dokter efek samping
diharapkan tidak akan terjadi. Pada kasus over dosis efek samping yang timbul: tremor
pada jari tangan, palpitasi, gangguan ritme jantung, keringat berlebihan, diare, penurunan
BB, gangguan tidur, gelisah.
Interaksi Obat
Peningkatan efek dari derivat kumarin, penurunan efek obat antidiabetes, kombinasi
dengan kolestiramin harus berselang 4-5 jam. Penyuntikan fenitoin i.v. dapat meningkatkan
levotiroksin bebas.
Sediaan
Tab 50 mcg, 100 mcg.


sumber Tulisan :
HORMON TIROID DAN ANTITIROID

PROPILTIOURASIL

PROPILTIOURASIL
Indikasi
Pengobatan hipertiroid.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap komponen obat, hamil terutama trimester III, hipotiroid.
Peringatan dan Perhatian
Hati-hati pada depresi sumsum tulang, gangguan fungsi hati
Dosis
150-450 mg/hari dalam dosis terbagi. Pada kasus yang berat, dosis awal: 600-1200
mg/hari. Dosis pemeliharaan untuk pasien eutiroid: 50-150 mg/hari. Terapi biasanya
dilanjutkan selama 1-2 tahun.
Efek Samping
Pruritus, ruam, agranulositosis, mual, sakit kepala.
Interaksi Obat
Meningkatkan efek antikoagulan
Sediaan
Tab 100 mg


sumber Tulisan :
HORMON TIROID DAN ANTITIROID

TIAMAZOL

TIAMAZOL
Indikasi
Pengobatan hipertiroid, pra pembedahan pada hipertiroid.
Kontra Indikasi
Granulositopenia, kolestasis sebelum mulai terapi sebelumnya, kerusakan sumsum
tulang setelah terapi dengan karbimazol/tiamazol.
Peringatan dan Perhatian
Agranulositosis merupakan efek samping yang potensial. Pengawasan pada kasus
pembesaran kelenjar tiroid dengan konstriksi trakea. Hamil dan laktasi.
Dosis
Terapi konservatif hipertiroid. Regimen dosis pertama: untuk menghambat produksi
hormon tiroid secara komplit 25-40 mg/hari. Maksimum 40 mg dosis tunggal, tergantung
pada keparahan penyakit. Pemeliharaan: 5-20 mg/hari (dosis ini biasanya memerlukan
pemberian tambahan hormon tiroid). Regimen dosis ke 2: pada terapi tunggal dengan
tiamazol, dosis tergantung pada aktivitas metabolik. Dosis biasanya 2,5-10 mg/hari.
Persiapan operasi untuk segala jenis hipertiroid: untuk memperoleh aktivitas metabolik
normal dari kelenjar tiroid; terapi sama dengan di atas. Lakukan operasi segera setelah
aktifi tas metabolik normal diperoleh. Cara lainnya, berikan tambahan hormon tiroid.
Selama 10 hari terakhir sebelum operasi, iodium harus diberikan untuk memperkuat
jaringan tiroid.
Efek Samping
Reaksi alergi kulit. Gangguan pada indra perasa. Demam obat jarang terjadi. Nyeri pada
sendi. Perubahan pada hitung darah, gangguan indra pengecapan. Kasus nyeri pada
persendian, ikterus, limfadenitis, pembengkakan kelenjar saliva akut, penurunan jumlah
trombosit dan komponen darah lainnya, radang pembuluh darah dan saraf, kerontokan
rambut.
Interaksi Obat
Defi siensi iodium bertambah. Iodium yang berlebihan akan mengurangi respon kelenjar
tiroid terhadap tiamazol.
Sediaan
Tab 5 mg, 10 mg



sumber Tulisan :
HORMON TIROID DAN ANTITIROID

LUGOL

LUGOL
Indikasi
Terapi tambahan pada hipertiroid berat (krisis tiroid), bersamaan dengan obat antitiroid
untuk menginduksi involusi tiroid sebelum tiroidektomi, terapi tambahan pada krisis
tirotoksikosis, defi siensi iodium.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap komponen obat
Peringatan dan Perhatian
Laktasi, kehamilan, penggunaan pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan fungsi
tiroid
Indikasi
Dengan kaptopril, lisinopril dapat menyebabkan hiperkalemia

Sediaan
Solusio 150 mg/mL

sumber Tulisan :
HORMON TIROID DAN ANTITIROID

ESTRADIOL

ESTRADIOL
Indikasi
Pengobatan gejala klimaksterik. Pengobatan dan pencegahan abnormalitas pasca
menopause akibat kehilangan estrogen seperti osteoporosis dan vaginitis senile. Sebagai
terapi pengganti hormon selama dan setelah klimaksterik.
Kontra Indikasi
Ibu hamil dan menyusui. Perdarahan genital abnormal yang tidak terdiagnosa. Diketahui
atau dicurigai kanker payudara, kondisi premalignansi atau malignansi (jika terpengaruh
oleh steroid). Riwayat atau adanya penyakit ginjal parah. Tromboemboli arterial akut,
trombosis vena akut, gangguan tromboemboli, atau riwayat dari kondisi penyakit tersebut.
Hipertrigliseridemia berat. Hipersensitif terhadap komponen dalam obat ini.
Peringatan dan Perhatian
Tidak dapat digunakan sebagai kontrasepsi. Hati-hati adanya tromboemboli vena, tromboemboli
arteri, kanker payudara, kanker endometrium, tumor hati, penyakit kandung
kemih, demensia. Hati-hati pada ibu hamil dan menyusui.

Dosis
Diberikan saat hari ke-5 menstruasi, dimulai dari tanda "start" dan dilanjutkan tiap hari
sesuai petunjuk panah hingga 21 tab habis digunakan. Ditelan bersama sejumlah air.
Efek Samping
Perubahan pola perdarahan vaginal dan aliran atau perdarahan abnormal, perdarahan
bercak, dismenore, perubahan sekresi vaginal, sindrom meny¬erupai pra menstruasi,
nyeri, pelunakan atau pembesaran payudara. Dispepsia, kembung, mual, muntah,
nyeri abdominal. Ruam, kelainan kulit lainnya termasuk pruritus, eksim, urtikaria, akne,
hirsutisme, rambut rontok, eritema nodosum. Sakit kepala, migren, pusing, ansietas/
gejala depresif, kelelahan. Palpitasi, edema, kram otot, perubahan berat badan, nafsu
makan bertambah, perubahan libido, gangguan visual, reaksi hipersensitif.
Interaksi Obat
Hidantoin, barbiturat, pirimidon, karbamazepin, rifampisin, okskarbazepin, topiramat,
felbamat, griseofulvin.
Sediaan
Tab putih salut gula: estradiol valerate 2 mg.
Tab coklat salut gula: estradiol valerate 2 mg, norgestrel 0,5 mg.



sumber Tulisan :
estrogen

TESTOSTERON UNDEKANOAT

TESTOSTERON UNDEKANOAT
Indikasi
Pengganti testosteron pada pria dengan hipogonadisme primer dan sekunder.
Kontra Indikasi
Karsinoma androgen-dependen pada kelenjar prostat atau mammae pada pria, adanya
atau riwayat tumor hepar.
Peringatan dan Perhatian
Pemeriksaan medis menyeluruh dibutuhkan untuk menghilangkan risiko karsinoma
prostatik. Periksa kelenjar prostat dan mammae secara hati-hati dan berkala. Monitor
fungsi hemoglobin, hematokrit, hepar pada pasien terapi jangka panjang. Pasien tumor,
pasien kanker dengan risiko timbulnya hiperkalsemia. Insufi siensi kardiak, hepatik, atau
ginjal yang serius atau jantung iskemik. Epilepsi, migren, apnea saat tidur yang sudah ada sebelumnya. Pemeriksaan antidoping dapat memberikan hasil positif. Hentikan
penggunaan jika kelebihan androgen masih terjadi atau kambuh.
Dosis
Suntikkan 1 amp i.m. perlahan setiap 10-14 minggu. Interval penyuntikan pertama dapat
dikurangi menjadi 6 minggu. Perpanjang interval injeksi pada kadar serum yang tinggi.
Efek Samping
Diare, nyeri kaki, artralgia, pusing, keringat berlebih, sakit kepala, masalah pernapasan,
akne, nyeri payudara, ginekomastia, pruritus, nyeri testikular, masalah prostat, hematoma
subkutan pada tempat penyuntikkan.
Interaksi Obat
Antikoagulan oral, kortikosteroid.
Sediaan
Inj amp 1000 mg/4 mL. Kaps 40 mg.

sumber Tulisan :
HORMON DAN OBAT YANG MEMPENGARUHI FERTILITAS

INSULIN ASPART

INSULIN ASPART
Indikasi
DM tipe 1 dan 2 yang membutuhkan insulin.

Kontra Indikasi
Hipoglikemia dan hipersensitivitas.
Peringatan dan Perhatian
Penyakit atau pengobatan yang dapat menunda absorbsi makanan dan atau meningkatkan
kebutuhan insulin. Makan yang tidak teratur, olahraga berat. Dilarang mengoperasikan
mesin atau menyetir. Wanita hamil.
Dosis
Subkutan, dosis individual. Rentang dosis umum: 0,5-1 unit/kg/hari. Disuntikkan sebelum
atau segera setelah makan.
Efek Samping
Hipoglikemia, kenaikan berat badan.
Interaksi Obat
Sediaan oral antidiabetes, oktreotid, MAO inhibitor, penyekat beta non selektif, ACE
inhibitor, salisilat, steroid dan sulfonamid anabolik, kontrasepsi oral, tiazid, glukokortikoid,
hormon tiroid, simpatomimetik dan danazol.
Sediaan
Flexpen 100 UI/mL x 3 mL


sumber Tulisan :
Antidiabetik injeksi

METFORMIN HCL

METFORMIN HCL
Indikasi
Pengobatan bagi penderita diabetes yang baru terdiagnosa dan jika perencanaan makan
saja tidak berhasil. Sebagai obat kombinasi dengan suatu sulfonilurea. Sebagai obat yang
meningkatkan sensitifi tas insulin pada pasien diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin.
Kontra Indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap metformin, penderita gangguan fungsi hati, ginjal,
dan jantung. Alkoholisme, koma diabetik dan ketoasidosis, keadaan penyakit kronik
atau akut yang berkaitan dengan hipoksia jaringan, keadaan yang berhubungan dengan
asidosis laktat seperti syok, insufi siensi pulmonal, riwayat asidosis laktat.
Peringatan dan Perhatian
Hati-hati penderita dengan riwayat kegagalan fungsi ginjal, jantung, dan kerusakan hati.
Jangan digunakan pada anak. Pada penggunaan jangka panjang, keadaan gula darah
harus diawasi. Dihentikan sementara pada pasien yang menjalani pemeriksaan radiologi
kontras.
Dosis
Awal: 500 mg 3 kali/hari bersama dengan makanan atau sesudah makan. Pemeliharaan:
850 mg 2 kali/hari. Dosis maksimal 3 g/hari.
Efek Samping
Asidosis laktat dengan gejala mual, muntah, sakit perut, diare, azotemia.
Sediaan
Tab 250 mg, 500 mg, 850 mg.


sumber:
Antidiabetik oral

GLIMEPIRID

GLIMEPIRID
Indikasi
DM tipe 2, ketika gula darah tidak dapat dikontrol hanya dengan diet, latihan fi sik dan
penurunan berat badan.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap sulfonilurea atau sulfonamid, diabetes tipe 1, KAD.
Peringatan dan Perhatian
Hamil dan menyusui.
Dosis
Dosis awal 1-2 mg 1 kali/hari, kemudian secara bertahap dititrasi. Pemeliharaan : 4 mg.
Dosis maksimal 6 mg.
Efek Samping
Gangguan penglihatan sementara, mual, muntah, perasaan penuh pada ulu hati,
sakit perut, diare, peningkatan enzim hati, kolestasis, jaundice, hepatitis, gangguan
hati, trombositopenia, leukopenia, anemia hemolitik, eritropenia, granulositopenia,
agranulositosis, pansitopenia, reaksi alergi atau pseudoalergi.
Interaksi Obat
Insulin, antidiabetik oral, ACE inhibitor, alopurinol, steroid anabolik, hormon seksual pria,
kloramfenikol, derivat kumarin, siklofosfamid, fenfl uramin, feniramidol, fi brat, fl uoksetin,
guanetidin, disopiramid, ifosfamid, MAO inhibitor, mikonazol, asam salisilat p-¬amino,
pentoksifi lin (parenteral dosis tinggi), fenilbutazon, azapropazon, oksifenbutazon,
probenesid, kuinolon, salisilat, sulfi npirazon, sulfonamid, tetrasiklin, tritokualin, trifosfamid,
asetazolamid, barbiturat, kortikosteroid, diazoksid, diuretik, epinefrin (adrenalin),
simpatomimetik lain, glukagon, laksatif, asam nikotinat (dosis tinggi), estrogen,
progestogen, fenotiazid, fenitoin, rifampisin, hormon tiroid.


Sediaan
Tab 1 mg, 2 mg, 3 mg, 4 mg.








sumber:
Antidiabetik oral

GLIKUIDON

GLIKUIDON
Indikasi
Penanganan diabetes tipe 2 yang tidak memberi respon yang adekuat terhadap kontrol
diet.
Kontra Indikasi
Diketahui hipersensitif atau alergi terhadap komponen obat ini. Diabetes terkomplikasi
dengan asidosis atau ketosis dan kondisi stres karena operasi atau infeksi akut.
Peringatan dan Perhatian
Hindari konsumsi alkohol dalam jumah banyak selama menggunakan obat ini. Periksa
gula darah secara teratur. Pasien yang mengkonsumsi makanan (terutama pasien yang
berusia lanjut dan lemah) perlu diingatkan untuk tidak menggunakan obat ini untuk
mengurangi risiko hipoglikemia.
Dosis
Awal: 15 mg/hari sebelum sarapan. Jika respon kurang, dosis dapat ditingkatkan perlahan
15 mg hingga 45-60 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. Dosis maksimum 180 mg/hari.
Efek Samping
Sakit kepala, diare, konstipasi, mual, muntah, nyeri abdominal, hipoglikemia, peningkatan
berat badan, gangguan darah, ruam kulit.

Interaksi Obat
Asetosal, obat AINS, antibiotik sulfonamid, kotrimoksazol, penyekat beta, MAO inhibitor,
steroid anabolik, ACE inhibitor, testosteron, mikonazol, klorfi brat, kortikosteroid,
kontrasepsi oral, diuretik, fenitoin, klorpromazin.
Sediaan
Tab salut selaput 30 mg.


sumber:
Antidiabetik oral

GLIKLAZID

GLIKLAZID
Indikasi
Diabetes stabil dimana terapi dengan diet gagal untuk mengontrol hiperglikemia.
Kontra Indikasi
Diabetes dengan komplikasi asidosis, diabetes tipe I, pasien diabetik yang sedang
dioperasi, setelah luka berat atau selama infeksi. Kehamilan dan menyusui.
Peringatan dan Perhatian
Kerusakan hati atau ginjal, usia lanjut.

Dosis
½ tab, ditingkatkan ½ tab untuk beberapa hari sampai glukosa darah terkontrol. Maksimum
3 tab/hari. Berikan sebelum makan, dosis pertama pada hari tersebut diberikan sebelum
sarapan.
Efek Samping
Hipoglikemia, berat badan naik, sakit kepala, gangguan GI, mual, pusing, dan ruam kulit.
Interaksi Obat
Efek hipoglikemi meningkat oleh aspirin, fenilbutazon, klorfi brat, sulfonamid, antikoagulan
kumarin, simetidin. Efek hipoglikemik menurun oleh rifampisin, barbiturat, alkohol, diuretik
tiazid.
Sediaan
Tab 80 mg.



sumber:
Antidiabetik oral

GLIBENKLAMID

Indikasi
DM pada orang dewasa tanpa komplikasi, yang tidak responsif dengan diet saja.


Kontra Indikasi
DM juvenil, prekoma dan koma diabetes, gangguan fungsi ginjal berat, gangguan fungsi
hati, gangguan berat fungsi tiroid atau adrenal, ibu menyusui, DM dengan komplikasi
(demam, trauma, gangren), dan pasien yang mengalami operasi.
Peringatan dan Perhatian
Pada keadaan stress metabolik, terapi dilakukan harus dengan insulin. Hati-hati bila
diberikan pada lanjut usia.
Dosis
Dewasa: inisial 2,5-5 mg/hari, dapat ditingkatkan tiap minggu dengan kenaikan 2,5
mg/hari, hingga 15 mg/hari. Dosis > 10 mg/hari harus diberikan dalam dosis terbagi 2.
Maksimum 20 mg/hari.
Lanjut usia: inisial 1,25-2,5 mg/hari, dapat ditingatkan 1,25-2,5 mg/hari tiap 1-3 minggu
bila perlu.
Efek Samping
Hipoglikemia, berat badan naik, mual, muntah dan nyeri epigastrium. Sakit kepala,
demam, reaksi alergi pada kulit.
Interaksi Obat
Efek ditingkatkan oleh alkohol, siklofosfamid, antikoagulan kumarin, MAO inhibitor,
fenilbutazon, penghambat beta adrenergik, sulfonamid. Efek diturunkan oleh adrenalin,
kortikosteroid, tiazid.
Sediaan
Tab 2,5 mg; 5 mg.



sumber:
Antidiabetik oral

AKARBOSE

AKARBOSE
Indikasi
DM dalam kombinasi dengan diet.
Kontra Indikasi
Gangguan intestinal kronik yang berhubungan dengan gangguan digesti dan absorpsi,
fl atulen, gangguan fungsi ginjal berat (bersihan kreatinin < 25 mL/menit). Kehamilan,
laktasi, ketoasidosis diabetes atau sirosis.
Peringatan dan Perhatian
Monitor fungsi hati 6-12 bulan pertama terapi.
Dosis
Tergantung respon individual. Dosis awal 25 mg/hari. Dapat desuaikan bertahap. Dosis
pemeliharaan 50-100 mg 3 kali/hari. Maksimal ≤ 60 kg: 50 mg 3 kali/hari; >60 kg: 100 mg
3 kali/hari. Berikan bersama suapan pertama makanan utama.
Efek Samping
Flatulen. Kadang: diare dan nyeri abdominal. Gejala pada GI dan abdomen yang tidak
spesifi k.
Interaksi Obat
Kolestiramin, absorben intestinal dan enzim pencernaan dapat menurunkan efek
akarbose.
Sediaan
Tab 50 mg, 100 mg.


sumber :
antidiabetik oral



POLISAKARIDA DARI 23 SEROTIPE STREP. PNEUMONIA YANG DIMURNIKAN

POLISAKARIDA DARI 23 SEROTIPE STREP. PNEUMONIA YANG DIMURNIKAN
Indikasi
Mencegah infeksi pneumokokus, khususnya pada saluran napas. Pasien dengan anemia
sel sabit, sesudah splenektomi atau menunggu dilakukan splenektomi.
Kontra Indikasi
Reaksi yang hebat pada suntikan sebelumnya, demam, penyakit akut atau penyakit
kronik yang kambuh, alergi terhadap komponen vaksin, kehamilan. Suntikan sebelumnya
dilakukan < 5 tahun.
Peringatan dan Perhatian
Kehamilan, menyusui. Jangan diberikan secara intradermal atau i.v. Untuk yang akan
dilakukan splenektomi atau akan mendapat terapi imunosupresan diberikan vaksinasi 10-
14 hari sebelum tindakan tersebut.
Dosis
s.k. atau i.m. Vaksinasi primer : suntikan tunggal 0,5 mL. Booster : 5 tahun kemudian, kecuali
pada pasien dengan risiko tinggi terinfeksi pneumokokus atau terapi imunosupresan.
Efek Samping
Reaksi hipersensitivitas, kemerahan, nyeri ringan, pembengkakan atau edema pada
tempat suntikan, demam, edema Quincke’s, adenopati.
Interaksi Obat
Terapi imunosupresan.

sumber:

VAKSIN MENINGITIS MENINGOKOKKAL

VAKSIN MENINGITIS MENINGOKOKKAL
Indikasi
Imunisasi aktif terhadap meningitis meningokokkal.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap komponen obat


Peringatan dan Perhatian
Hamil, menyusui, pasien gangguan respons imun.
Dosis
0,5 mL s.k.
Efek Samping
Eritema, indurasi ringan, nyeri.
Sediaan
Inj vial 0,5 mL.

sumber:

PURIFIED SPLIT INACTIVATED INFLUENZA VIRUS

PURIFIED SPLIT INACTIVATED INFLUENZA VIRUS
Indikasi
Pencegahan terhadap fl u. Imunisasi terutama untuk orang tua (> 65 tahun), pasien yang
lemah (penyakit saluran napas, kardiovaskular), dengan pansitopenia dan imunosupresan.
Kontra Indikasi
Alergi terhadap ovalbumin, telur dan Na tiomersol.
Peringatan dan Perhatian
Pasien dengan supresi imun, pansitopenia, kehamilan, menyusui.
Dosis
Dewasa 0,5 mL i.m.
Efek Samping
Reaksi lokal, demam.
Sediaan
Inj 0,5 mL, 0,25 mL.

sumber:

Kamis, 03 Agustus 2017

QUADRIVALENT HUMAN PAPILLOMAVIRUS TYPES (6, 11, 16, 18) RECOMBINANT VACCINE

QUADRIVALENT HUMAN PAPILLOMAVIRUS TYPES (6, 11, 16, 18) RECOMBINANT
VACCINE. 1 dosis (0.5 mL) mengandung kira-kira L1 protein HPV tipe 6(20 mcg), tipe
11 (40 mcg), tipe 16 (40 mcg) dan tipe 18 (20 mcg).
Indikasi
Pencegahan terhadap kanker serviks, high grade cervical dysplasia (CIN 2/3), high grade
vulvar dysplastic lession (VIN 2/3), kondiloma akuminata yang berhubungan dengan HPV
tipe 6, 11, 16 dan 18.
Kontra Indikasi
Hipersensitivitas terhadap salah satu substansi aktif yang terkandung dalam vaksin.
Peringatan dan Perhatian
Hanya melindungi penyakit yang disebabkan HPV tipe 6, 11, 16 dan 18. Hati-hati pada
penderita trombositopenia atau gangguan pembekuan darah lainnya karena dapat
penyebabkan perdarahan pada saat penyuntikan.

Dosis
Serial vaksinasi utama terdiri dari 3 dosis terpisah 0,5 mL i.m. dengan jadwal: 0, 2, 6
bulan. Lokasi suntikan disarankan bagian deltoid lengan atas atau area panggul bagian
atas (anterolateral).
Efek Samping
Demam, eritema, nyeri, bengkak, gatal.
Sediaan
Inj jarum suntik pra-isi 0,5 mL. Tiap 0,5 mL mengandung kira-kira L1 protein HPV tipe 6(20
mcg), tipe 11 (40 mcg), tipe 16 (40 mcg) dan tipe 18 (20 mcg).

sumber:

ANTIGEN (REKOMBINAN) HEPATITIS B DENGAN KEMURNIAN TINGGI

ANTIGEN (REKOMBINAN) HEPATITIS B DENGAN KEMURNIAN TINGGI
Indikasi
Imunisasi aktif menghadapi hepatitis B. (Sebagai vaksin lengkap atau booster).
Kontra Indikasi
Infeksi dengan demam tinggi.
Peringatan dan Perhatian
Kehamilan, keterlambatan vaksinasi pada infeksi serius.
Dosis
Dewasa 20 mcg i.m. pada deltoid, bulan ke 0, 1, 6.
Efek Samping
Reaksi lokal tempat suntikan, mual, penat, demam, sakit kepala, rasa lesu.
Interaksi Obat
Imunosupresan.
Sediaan
Inj vial 10 mcg/0,5 mL; 20 mcg/1 mL.

sumber:

VIRUS HEPATITIS A INAKTIF

VIRUS HEPATITIS A INAKTIF
Indikasi
Pencegahan infeksi virus hepatitis A pada dewasa dan remaja > 15 tahun.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap komponen-komponen vaksin. Tunda vaksin pada penyakit demam
akut.
Peringatan dan Perhatian
Penderita hemodialisis, gangguan sistem imun, hamil, menyusui, trombositopeni dan
gangguan perdarahan.
Dosis
Dewasa: dosis awal 0,5 mL sebagai imunisasi primer, dosis ke 2: 1 bulan kemudian, dosis
ke 3: 6 bulan kemudian.
Efek Samping
Nyeri tempat suntikan, eritema, indurasi, bengkak dan kemerahan. Hal yang jarang adalah
demam, lesu, lemah, sakit kepala, mual, dan hilangnya nafsu makan.
Sediaan
Inj vial 720 Elisa u/mL x 0,5 mL.

sumber:

VAKSIN DIFTERI TETANUS

VAKSIN DIFTERI TETANUS
Indikasi
Pencegahan tetanus dan difteri, dapat sebagai imunisasi primer maupun booster.
Kontra Indikasi
Alergi terhadap komponen obat.

Peringatan dan Perhatian
Hamil, menyusui.
Dosis
Imunisasi primer 3 x 0,5 mL. Kedua dosis pertama terpisah 4-8 minggu, dosis ketiga 6-12
bulan setelah dosis kedua. Booster direkomendasikan setiap 10 tahun.
Efek Samping
Demam ringan dan kemerahan.
Interaksi Obat
Obat imunosupresan, kortikosteroid melemahkan respons terhadap vaksin.
Sediaan
Inj vial tiap dosis 0,5 mL mengandung 5 Lf tetanus toxoid dan 2 Lf difteri toksoid.

sumber:


ANTITETANUS SERUM

ANTITETANUS SERUM
Indikasi
Profi laksis dan tatalaksana tetanus.
Peringatan dan Perhatian
Monitor tanda-tanda alergi serum.
Dosis
Profi laksis: 1500-3000 UI dosis tunggal i.m. atau s.k. Terapeutik: 50.000-200.000 UI i.m.
atau i.v. dosis pertama, berikutnya tergantung keparahan penyakit
Sediaan
Inj amp 1500 UI.


sumber:

IMMUNOGLOBULIN G PLASMA INTRAVENA (MANUSIA) 2,5 gr (5%).

IMMUNOGLOBULIN G PLASMA INTRAVENA (MANUSIA) 2,5 gr (5%).
Indikasi
Imunodefi siensi primer dan sekunder, Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP),
Kawasaki syndrome (KS), Guillain-Barre Syndrome (GBS).
Kontra Indikasi
Hipersensitif berat pada imunoglobulin i.v. atau i.m., pasien defi siensi IgA.

Dosis
Infus i.v. Sindrom immunodefi siensi primer 400-800 mg/kgBB, kemudian 200 mg/kgBB tiap
3 minggu, pemeliharaan: 200-800 mg/kgBB/bulan. Sindrom imunodefi siensi sekunder:
200-400 mg/kgBB tiap 3-4 minggu. ITP: induksi 800-1000 mg/kgBB/hari selama 1-2
hari. Dosis pemeliharaan 400 mg/kgBB 1 kali/minggu. KS: 2 g/kgBB dosis tunggal atau
dosis dibagi untuk 2-5 hari. GBS: 400 mg/kgBB selama 3-7 hari.
Efek Samping
Pusing, palpitasi, mual dan demam ringan.
Sediaan
Inj vial 2,5 g/150 mL.

sumber:

TIOTROPIUM

TIOTROPIUM
Indikasi
Pengobatan pasien PPOK, termasuk bronkitis kronis dan emfi sema.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap atropin atau derivatnya, misalnya ipratropium atau oksitropium atau
komponen lain dari obat.
Peringatan dan Perhatian
Tidak untuk pengobatan awal atau episode akut dari bronkospasme, reaksi hipersensitivitas
langsung dapat terjadi sesudah penggunaan, glaukoma sudut sempit, hiperplasia prostat,
obstruksi kandung kemih, gangguan ginjal sedang sampai berat, hamil, menyusui.
Dosis
Inhalasi isi dari kaps 1 kali/hari, pada saat yang sama setiap harinya, kapsul tidak boleh
ditelan.
Efek Samping
Pusing, pandangan kabur, takikardia, palpitasi, mulut kering, bronkospasme, sulit
berkemih, retensi urin, ruam, urtikaria, pruritus.
Interaksi Obat
Obat-obat antikolinergik lain.
Sediaan
Kaps inhalasi 18 mcg.



TERBUTALIN SULFAT

TERBUTALIN SULFAT
Indikasi
Sebagai bronkodilator, digunakan untuk meringankan serangan asma bronkial, bronkitis
dan emfi sema.
Kontra Indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap terbutalin sulfat.
Peringatan dan Perhatian
Hati-hati pemberian pada pasien hipertensi, gangguan kardiovaskular, hipertiroidisme,
DM dan penderita dengan riwayat kejang. Jangan diberikan bersama-sama dengan obatobat
penghambat adrenoseptor misalnya propanolol dan lain-lain. Penggunaan pada
wanita hamil dan menyusui hanya benar-benar bila diperlukan.
Dosis
Dewasa: 1-2 tab atau 2-3 sendok takar, 2-3 kali/hari.
Efek Samping
Gelisah, sakit kepala, mengantuk, tremor, palpitasi, berkeringat serta mual dan muntah,
dapat pula timbul takikardia dan kejang otot.
Imteraksi Obat
Bronkodilator simpatomimetik atau epinefrin menyebabkan efek kombinasi terhadap
kardiovaskular yang dapat membahayakan penderita. Pemberian bersama-sama MAO
atau anti depresan trisiklik menyebabkan potensiasi aksi terhadap kardiovaskular. Pada
penderita hipertensi yang sedang diobati dengan penyekat reseptor adrenergik, efek
terbutalin akan dihambat dan dapat menyebabkan serangan asma yang berat.
Sediaan
Sir 1,5 mg/5 mL x 100 mL. Tab 2,5 mg.

sumber:

TEOFILIN

TEOFILIN
Indikasi
Meringankan dan mengontrol serangan asma bronkial.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap teofi lin dan derivat xantin. Pasien dengan tukak lambung dan DM.
Peringatan dan Perhatian
Tidak boleh diberikan pada masa kehamilan dan menyusui, kecuali atas saran dokter.
Penggunaan bersama efedrin akan meningkatkan toksisitas. Pasien dengan gangguan
fungsi hati, epilepsi, hipoksemia, hipertensi atau pasien dengan riwayat tukak lambung.
Jangan diberikan melebihi dosis yang dianjurkan. Pasien > 55 tahun, khususnya pria dan
pasien dengan penyakit paru-paru kronik.
Dosis
Dewasa: 1 tab 2 kali/hari, pagi dan malam. Tab tidak boleh dikunyah atau dihancurkan.
Efek Samping
Mual, muntah, sakit kepala, diare, palpitasi, insomnia. Pada dosis tinggi: iritasi lambung,
konvulsi, toksisitas akut seperti aritmia, pada anak muntah yang terus-menerus menjadi
hematemesis, stimulasi SSP, diaforesis dan demam. Palpitasi, takikardi, aritmia ventrikular,
takipnea, ruam, hiperglikemia.

Indikasi
Litium dan antikoagulan, simetidin, alopurinol, eritromisin, kontrasepsi oral, xantin,
rifampisin.
Sediaan
Tab 300 mg.

sumber:

SALMETEROL XINAFOAT 50 mcg + FLUTIKASON PROPIONAT 100 mcg,

Per DISKUS 100: SALMETEROL XINAFOAT 50 mcg + FLUTIKASON PROPIONAT
100 mcg,
Per DISKUS 250: SALMETEROL XINAFOAT 50 mcg + FLUTIKASON PROPIONAT
250 mcg,
Per DISKUS 500: SALMETEROL XINAFOAT 50 mcg + FLUTIKASON PROPIONAT
500 mcg.



Indikasi
Pengobatan teratur untuk penyakit obstruksi jalan napas reversibel termasuk asma pada
anak dan dewasa dimana dapat digunakan kombinasi bronkodilator dan kortikosteroid
inhalasi, PPOK termasuk bronkitis kronis dan emfi sema.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap kandungan zat aktif.


Peringatan dan Perhatian
Tidak untuk terapi gejala asma akut, TB paru, Gangguan kardiovaskular, DM, hipokalemia
yang tidak diatasi, tirotoksikosis, monitor pertumbuhan anak pada penggunaan jangka
panjang, hamil, menyusui.
Dosis
Dewasa: 1 inhalasi diskus 100, 250 atau 500 2 kali/hari. PPOK: 1 inhalasi diskus 250 atau
diskus 500, semua dosis 2 kali/hari.
Efek Samping
Tremor, palpitasi, sakit kepala, suara serak, kandidiasis mulut dan tenggorokan,
bronkospasme.
Interaksi Obat
Selektif dan non selektif penyekat beta
Sediaan
Diskus 100, Diskus 250, Diskus 500.


sumber:

Per 2,5 mL: IPRATROPIUM BROMIDA 0,5 mg, SALBUTAMOL SULFAT 2,5 mg.

Per 2,5 mL: IPRATROPIUM BROMIDA 0,5 mg, SALBUTAMOL SULFAT 2,5 mg.
Indikasi
Penanganan bronkospasme yang berkaitan dengan PPOK pada pasien yang menerima
ipratropium dan salbutamol.

Kontra Indikasi
Kardiomiopati obstruktif hipertrofi k, takiaritmia. Hipersensitif terhadap komponen obat,
terhadap atropin dan turunannya.
Peringatan dan Perhatian
Pasien dengan kecenderungan glaukoma, DM tidak terkontrol, baru mengalami
infark miokardial, penyakit jantung organik atau gangguan vaskular berat, hipertiroid,
feokromositoma, risiko glaukoma sudut sempit, hipertrofi prostat atau obstruksi leher
kandung kemih, hipoksia, fi brosis kistik. Kehamilan, laktasi.
Dosis
Dewasa: 1 vial unit dosis, digunakan dengan nebulisasi dan inhalasi, 3 atau 4 kali/hari.
Efek samping
Sakit kepala, pusing, gelisah, takikardi, tremor halus, palpitasi. Mual, muntah, berkeringat,
kelemahan otot, mialgia/kram otot. Mulut kering, disfonia, komplikasi okular, reaksi tipe
alergik.
Interaksi Obat
Xantin, antikolinergik lainnya, antidepresan trisiklik, MAO inhibitor, anestesi inhalasi
hidrokarbon terhalogenasi. Glukokortikosteroid, diuretik.
Sediaan
Inhalasi vial 2,5 mL.


sumber:

SALBUTAMOL

SALBUTAMOL
Indikasi
Spasme bronkus pada semua jenis asma bronkial, bronkitis kronis dan emfi sema.
Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.
Peringatan dan Perhatian
Penderita tirotoksikosis, hipertensi, gangguan kardiovaskular, hipertiroid dan DM.
Penggunaan selama kehamilan trimester pertama, hanya jika benar-benar diperlukan.
Dosis
Tab 4 mg, 3-4 kali/hari.
Efek Samping
Pada pemakaian dosis besar dapat menyebabkan tremor halus pada otot skelet (biasanya
pada tangan), palpitasi, kejang otot, takikardia, sakit kepala dan ketegangan. Efek ini
terjadi pada semua agonis adrenoreseptor beta. Vasodilator perifer, gugup, hiperaktif,
susah tidur.
Interaksi Obat
Efek dihambat oleh beta 2-agonis. Pemberian bersamaan dengan MAO dapat
menimbulkan hipertensi berat.
Sediaan
Tab 4 mg, 2 mg.

sumber:

PROKATEROL HCL

PROKATEROL HCL

Indikasi
Sesak yang berhubungan dengan asma bronkial, bronkitis dan emfi sema paru.

Peringatan dan Perhatian
Hipertiroidisme, hipertensi, penyakit jantung, DM, kehamilan.

Dosis
Dewasa: 2 x 2 tab mini/hari (pagi hari dan malam hari sebelum tidur).
Efek Samping
Palpitasi, demam, kemerahan, tremor, sakit kepala, pusing, lemah, gelisah, mual.

Interaksi Obat
Penggunaan bersama dengan derivat xantin, steroid atau diuretik dapat menyebabkan
penurunan kadar kalium serum.

Sediaan
Tab mini 25 mcg. Sir 5 mcg/mL x 60 mL.

sumber:

KLENBUTEROL HCL

KLENBUTEROL HCL
Indikasi
Pencegahan dan penanganan asma dan kondisi lainnya dengan penyempitan jalan napas
seperti bronkitis obstruktif kronis.
Kontra Indikasi
Kardiomiopati obstruktif hipertrofi k, takiaritmia. Hipersensitif terhadap komponen obat.
Peringatan dan Perhatian
DM tak terkontrol, baru mengalami infark miokardial, penyakit jantung organik atau
koroner berat, feokromositoma, hipertiroid, dispnea yang cepat memburuk, asma berat.
Monitor kadar K serum.
Dosis
Tab: 20 mcg 2 kali/hari.
Efek Samping
Tremor otot rangka, mialgia, gelisah, mual, pusing, palpitasi atau sakit kepala. Kadangkadang
terjadi kelelahan, kram otot, aritmia dan takikardia.
Interaksi Obat
Penyekat beta, antikolinergik, kortikosteroid, turunan xantin, beta-adrenergik, MAO
inhibitor, antidepresan trisiklik, hidrokarbon terhalogenasi seperti halotan, trikloroetilen
dan enfl uran.
Sediaan
Tab 10 mcg, 20 mcg. Sir 5 mcg/5 mL btl 60 mL.


sumber: