konsensus PNPK buku ajar Pedoman SPM

Kamis, 03 Agustus 2017

TERBUTALIN SULFAT

TERBUTALIN SULFAT
Indikasi
Sebagai bronkodilator, digunakan untuk meringankan serangan asma bronkial, bronkitis
dan emfi sema.
Kontra Indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap terbutalin sulfat.
Peringatan dan Perhatian
Hati-hati pemberian pada pasien hipertensi, gangguan kardiovaskular, hipertiroidisme,
DM dan penderita dengan riwayat kejang. Jangan diberikan bersama-sama dengan obatobat
penghambat adrenoseptor misalnya propanolol dan lain-lain. Penggunaan pada
wanita hamil dan menyusui hanya benar-benar bila diperlukan.
Dosis
Dewasa: 1-2 tab atau 2-3 sendok takar, 2-3 kali/hari.
Efek Samping
Gelisah, sakit kepala, mengantuk, tremor, palpitasi, berkeringat serta mual dan muntah,
dapat pula timbul takikardia dan kejang otot.
Imteraksi Obat
Bronkodilator simpatomimetik atau epinefrin menyebabkan efek kombinasi terhadap
kardiovaskular yang dapat membahayakan penderita. Pemberian bersama-sama MAO
atau anti depresan trisiklik menyebabkan potensiasi aksi terhadap kardiovaskular. Pada
penderita hipertensi yang sedang diobati dengan penyekat reseptor adrenergik, efek
terbutalin akan dihambat dan dapat menyebabkan serangan asma yang berat.
Sediaan
Sir 1,5 mg/5 mL x 100 mL. Tab 2,5 mg.

sumber:

TEOFILIN

TEOFILIN
Indikasi
Meringankan dan mengontrol serangan asma bronkial.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap teofi lin dan derivat xantin. Pasien dengan tukak lambung dan DM.
Peringatan dan Perhatian
Tidak boleh diberikan pada masa kehamilan dan menyusui, kecuali atas saran dokter.
Penggunaan bersama efedrin akan meningkatkan toksisitas. Pasien dengan gangguan
fungsi hati, epilepsi, hipoksemia, hipertensi atau pasien dengan riwayat tukak lambung.
Jangan diberikan melebihi dosis yang dianjurkan. Pasien > 55 tahun, khususnya pria dan
pasien dengan penyakit paru-paru kronik.
Dosis
Dewasa: 1 tab 2 kali/hari, pagi dan malam. Tab tidak boleh dikunyah atau dihancurkan.
Efek Samping
Mual, muntah, sakit kepala, diare, palpitasi, insomnia. Pada dosis tinggi: iritasi lambung,
konvulsi, toksisitas akut seperti aritmia, pada anak muntah yang terus-menerus menjadi
hematemesis, stimulasi SSP, diaforesis dan demam. Palpitasi, takikardi, aritmia ventrikular,
takipnea, ruam, hiperglikemia.

Indikasi
Litium dan antikoagulan, simetidin, alopurinol, eritromisin, kontrasepsi oral, xantin,
rifampisin.
Sediaan
Tab 300 mg.

sumber:

SALMETEROL XINAFOAT 50 mcg + FLUTIKASON PROPIONAT 100 mcg,

Per DISKUS 100: SALMETEROL XINAFOAT 50 mcg + FLUTIKASON PROPIONAT
100 mcg,
Per DISKUS 250: SALMETEROL XINAFOAT 50 mcg + FLUTIKASON PROPIONAT
250 mcg,
Per DISKUS 500: SALMETEROL XINAFOAT 50 mcg + FLUTIKASON PROPIONAT
500 mcg.



Indikasi
Pengobatan teratur untuk penyakit obstruksi jalan napas reversibel termasuk asma pada
anak dan dewasa dimana dapat digunakan kombinasi bronkodilator dan kortikosteroid
inhalasi, PPOK termasuk bronkitis kronis dan emfi sema.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap kandungan zat aktif.


Peringatan dan Perhatian
Tidak untuk terapi gejala asma akut, TB paru, Gangguan kardiovaskular, DM, hipokalemia
yang tidak diatasi, tirotoksikosis, monitor pertumbuhan anak pada penggunaan jangka
panjang, hamil, menyusui.
Dosis
Dewasa: 1 inhalasi diskus 100, 250 atau 500 2 kali/hari. PPOK: 1 inhalasi diskus 250 atau
diskus 500, semua dosis 2 kali/hari.
Efek Samping
Tremor, palpitasi, sakit kepala, suara serak, kandidiasis mulut dan tenggorokan,
bronkospasme.
Interaksi Obat
Selektif dan non selektif penyekat beta
Sediaan
Diskus 100, Diskus 250, Diskus 500.


sumber:

Per 2,5 mL: IPRATROPIUM BROMIDA 0,5 mg, SALBUTAMOL SULFAT 2,5 mg.

Per 2,5 mL: IPRATROPIUM BROMIDA 0,5 mg, SALBUTAMOL SULFAT 2,5 mg.
Indikasi
Penanganan bronkospasme yang berkaitan dengan PPOK pada pasien yang menerima
ipratropium dan salbutamol.

Kontra Indikasi
Kardiomiopati obstruktif hipertrofi k, takiaritmia. Hipersensitif terhadap komponen obat,
terhadap atropin dan turunannya.
Peringatan dan Perhatian
Pasien dengan kecenderungan glaukoma, DM tidak terkontrol, baru mengalami
infark miokardial, penyakit jantung organik atau gangguan vaskular berat, hipertiroid,
feokromositoma, risiko glaukoma sudut sempit, hipertrofi prostat atau obstruksi leher
kandung kemih, hipoksia, fi brosis kistik. Kehamilan, laktasi.
Dosis
Dewasa: 1 vial unit dosis, digunakan dengan nebulisasi dan inhalasi, 3 atau 4 kali/hari.
Efek samping
Sakit kepala, pusing, gelisah, takikardi, tremor halus, palpitasi. Mual, muntah, berkeringat,
kelemahan otot, mialgia/kram otot. Mulut kering, disfonia, komplikasi okular, reaksi tipe
alergik.
Interaksi Obat
Xantin, antikolinergik lainnya, antidepresan trisiklik, MAO inhibitor, anestesi inhalasi
hidrokarbon terhalogenasi. Glukokortikosteroid, diuretik.
Sediaan
Inhalasi vial 2,5 mL.


sumber:

SALBUTAMOL

SALBUTAMOL
Indikasi
Spasme bronkus pada semua jenis asma bronkial, bronkitis kronis dan emfi sema.
Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini.
Peringatan dan Perhatian
Penderita tirotoksikosis, hipertensi, gangguan kardiovaskular, hipertiroid dan DM.
Penggunaan selama kehamilan trimester pertama, hanya jika benar-benar diperlukan.
Dosis
Tab 4 mg, 3-4 kali/hari.
Efek Samping
Pada pemakaian dosis besar dapat menyebabkan tremor halus pada otot skelet (biasanya
pada tangan), palpitasi, kejang otot, takikardia, sakit kepala dan ketegangan. Efek ini
terjadi pada semua agonis adrenoreseptor beta. Vasodilator perifer, gugup, hiperaktif,
susah tidur.
Interaksi Obat
Efek dihambat oleh beta 2-agonis. Pemberian bersamaan dengan MAO dapat
menimbulkan hipertensi berat.
Sediaan
Tab 4 mg, 2 mg.

sumber:

PROKATEROL HCL

PROKATEROL HCL

Indikasi
Sesak yang berhubungan dengan asma bronkial, bronkitis dan emfi sema paru.

Peringatan dan Perhatian
Hipertiroidisme, hipertensi, penyakit jantung, DM, kehamilan.

Dosis
Dewasa: 2 x 2 tab mini/hari (pagi hari dan malam hari sebelum tidur).
Efek Samping
Palpitasi, demam, kemerahan, tremor, sakit kepala, pusing, lemah, gelisah, mual.

Interaksi Obat
Penggunaan bersama dengan derivat xantin, steroid atau diuretik dapat menyebabkan
penurunan kadar kalium serum.

Sediaan
Tab mini 25 mcg. Sir 5 mcg/mL x 60 mL.

sumber:

KLENBUTEROL HCL

KLENBUTEROL HCL
Indikasi
Pencegahan dan penanganan asma dan kondisi lainnya dengan penyempitan jalan napas
seperti bronkitis obstruktif kronis.
Kontra Indikasi
Kardiomiopati obstruktif hipertrofi k, takiaritmia. Hipersensitif terhadap komponen obat.
Peringatan dan Perhatian
DM tak terkontrol, baru mengalami infark miokardial, penyakit jantung organik atau
koroner berat, feokromositoma, hipertiroid, dispnea yang cepat memburuk, asma berat.
Monitor kadar K serum.
Dosis
Tab: 20 mcg 2 kali/hari.
Efek Samping
Tremor otot rangka, mialgia, gelisah, mual, pusing, palpitasi atau sakit kepala. Kadangkadang
terjadi kelelahan, kram otot, aritmia dan takikardia.
Interaksi Obat
Penyekat beta, antikolinergik, kortikosteroid, turunan xantin, beta-adrenergik, MAO
inhibitor, antidepresan trisiklik, hidrokarbon terhalogenasi seperti halotan, trikloroetilen
dan enfl uran.
Sediaan
Tab 10 mcg, 20 mcg. Sir 5 mcg/5 mL btl 60 mL.


sumber: