konsensus PNPK buku ajar Pedoman SPM

Jumat, 04 Agustus 2017

GLIKUIDON

GLIKUIDON
Indikasi
Penanganan diabetes tipe 2 yang tidak memberi respon yang adekuat terhadap kontrol
diet.
Kontra Indikasi
Diketahui hipersensitif atau alergi terhadap komponen obat ini. Diabetes terkomplikasi
dengan asidosis atau ketosis dan kondisi stres karena operasi atau infeksi akut.
Peringatan dan Perhatian
Hindari konsumsi alkohol dalam jumah banyak selama menggunakan obat ini. Periksa
gula darah secara teratur. Pasien yang mengkonsumsi makanan (terutama pasien yang
berusia lanjut dan lemah) perlu diingatkan untuk tidak menggunakan obat ini untuk
mengurangi risiko hipoglikemia.
Dosis
Awal: 15 mg/hari sebelum sarapan. Jika respon kurang, dosis dapat ditingkatkan perlahan
15 mg hingga 45-60 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. Dosis maksimum 180 mg/hari.
Efek Samping
Sakit kepala, diare, konstipasi, mual, muntah, nyeri abdominal, hipoglikemia, peningkatan
berat badan, gangguan darah, ruam kulit.

Interaksi Obat
Asetosal, obat AINS, antibiotik sulfonamid, kotrimoksazol, penyekat beta, MAO inhibitor,
steroid anabolik, ACE inhibitor, testosteron, mikonazol, klorfi brat, kortikosteroid,
kontrasepsi oral, diuretik, fenitoin, klorpromazin.
Sediaan
Tab salut selaput 30 mg.


sumber:
Antidiabetik oral

GLIKLAZID

GLIKLAZID
Indikasi
Diabetes stabil dimana terapi dengan diet gagal untuk mengontrol hiperglikemia.
Kontra Indikasi
Diabetes dengan komplikasi asidosis, diabetes tipe I, pasien diabetik yang sedang
dioperasi, setelah luka berat atau selama infeksi. Kehamilan dan menyusui.
Peringatan dan Perhatian
Kerusakan hati atau ginjal, usia lanjut.

Dosis
½ tab, ditingkatkan ½ tab untuk beberapa hari sampai glukosa darah terkontrol. Maksimum
3 tab/hari. Berikan sebelum makan, dosis pertama pada hari tersebut diberikan sebelum
sarapan.
Efek Samping
Hipoglikemia, berat badan naik, sakit kepala, gangguan GI, mual, pusing, dan ruam kulit.
Interaksi Obat
Efek hipoglikemi meningkat oleh aspirin, fenilbutazon, klorfi brat, sulfonamid, antikoagulan
kumarin, simetidin. Efek hipoglikemik menurun oleh rifampisin, barbiturat, alkohol, diuretik
tiazid.
Sediaan
Tab 80 mg.



sumber:
Antidiabetik oral

GLIBENKLAMID

Indikasi
DM pada orang dewasa tanpa komplikasi, yang tidak responsif dengan diet saja.


Kontra Indikasi
DM juvenil, prekoma dan koma diabetes, gangguan fungsi ginjal berat, gangguan fungsi
hati, gangguan berat fungsi tiroid atau adrenal, ibu menyusui, DM dengan komplikasi
(demam, trauma, gangren), dan pasien yang mengalami operasi.
Peringatan dan Perhatian
Pada keadaan stress metabolik, terapi dilakukan harus dengan insulin. Hati-hati bila
diberikan pada lanjut usia.
Dosis
Dewasa: inisial 2,5-5 mg/hari, dapat ditingkatkan tiap minggu dengan kenaikan 2,5
mg/hari, hingga 15 mg/hari. Dosis > 10 mg/hari harus diberikan dalam dosis terbagi 2.
Maksimum 20 mg/hari.
Lanjut usia: inisial 1,25-2,5 mg/hari, dapat ditingatkan 1,25-2,5 mg/hari tiap 1-3 minggu
bila perlu.
Efek Samping
Hipoglikemia, berat badan naik, mual, muntah dan nyeri epigastrium. Sakit kepala,
demam, reaksi alergi pada kulit.
Interaksi Obat
Efek ditingkatkan oleh alkohol, siklofosfamid, antikoagulan kumarin, MAO inhibitor,
fenilbutazon, penghambat beta adrenergik, sulfonamid. Efek diturunkan oleh adrenalin,
kortikosteroid, tiazid.
Sediaan
Tab 2,5 mg; 5 mg.



sumber:
Antidiabetik oral

AKARBOSE

AKARBOSE
Indikasi
DM dalam kombinasi dengan diet.
Kontra Indikasi
Gangguan intestinal kronik yang berhubungan dengan gangguan digesti dan absorpsi,
fl atulen, gangguan fungsi ginjal berat (bersihan kreatinin < 25 mL/menit). Kehamilan,
laktasi, ketoasidosis diabetes atau sirosis.
Peringatan dan Perhatian
Monitor fungsi hati 6-12 bulan pertama terapi.
Dosis
Tergantung respon individual. Dosis awal 25 mg/hari. Dapat desuaikan bertahap. Dosis
pemeliharaan 50-100 mg 3 kali/hari. Maksimal ≤ 60 kg: 50 mg 3 kali/hari; >60 kg: 100 mg
3 kali/hari. Berikan bersama suapan pertama makanan utama.
Efek Samping
Flatulen. Kadang: diare dan nyeri abdominal. Gejala pada GI dan abdomen yang tidak
spesifi k.
Interaksi Obat
Kolestiramin, absorben intestinal dan enzim pencernaan dapat menurunkan efek
akarbose.
Sediaan
Tab 50 mg, 100 mg.


sumber :
antidiabetik oral



POLISAKARIDA DARI 23 SEROTIPE STREP. PNEUMONIA YANG DIMURNIKAN

POLISAKARIDA DARI 23 SEROTIPE STREP. PNEUMONIA YANG DIMURNIKAN
Indikasi
Mencegah infeksi pneumokokus, khususnya pada saluran napas. Pasien dengan anemia
sel sabit, sesudah splenektomi atau menunggu dilakukan splenektomi.
Kontra Indikasi
Reaksi yang hebat pada suntikan sebelumnya, demam, penyakit akut atau penyakit
kronik yang kambuh, alergi terhadap komponen vaksin, kehamilan. Suntikan sebelumnya
dilakukan < 5 tahun.
Peringatan dan Perhatian
Kehamilan, menyusui. Jangan diberikan secara intradermal atau i.v. Untuk yang akan
dilakukan splenektomi atau akan mendapat terapi imunosupresan diberikan vaksinasi 10-
14 hari sebelum tindakan tersebut.
Dosis
s.k. atau i.m. Vaksinasi primer : suntikan tunggal 0,5 mL. Booster : 5 tahun kemudian, kecuali
pada pasien dengan risiko tinggi terinfeksi pneumokokus atau terapi imunosupresan.
Efek Samping
Reaksi hipersensitivitas, kemerahan, nyeri ringan, pembengkakan atau edema pada
tempat suntikan, demam, edema Quincke’s, adenopati.
Interaksi Obat
Terapi imunosupresan.

sumber:

VAKSIN MENINGITIS MENINGOKOKKAL

VAKSIN MENINGITIS MENINGOKOKKAL
Indikasi
Imunisasi aktif terhadap meningitis meningokokkal.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap komponen obat


Peringatan dan Perhatian
Hamil, menyusui, pasien gangguan respons imun.
Dosis
0,5 mL s.k.
Efek Samping
Eritema, indurasi ringan, nyeri.
Sediaan
Inj vial 0,5 mL.

sumber:

PURIFIED SPLIT INACTIVATED INFLUENZA VIRUS

PURIFIED SPLIT INACTIVATED INFLUENZA VIRUS
Indikasi
Pencegahan terhadap fl u. Imunisasi terutama untuk orang tua (> 65 tahun), pasien yang
lemah (penyakit saluran napas, kardiovaskular), dengan pansitopenia dan imunosupresan.
Kontra Indikasi
Alergi terhadap ovalbumin, telur dan Na tiomersol.
Peringatan dan Perhatian
Pasien dengan supresi imun, pansitopenia, kehamilan, menyusui.
Dosis
Dewasa 0,5 mL i.m.
Efek Samping
Reaksi lokal, demam.
Sediaan
Inj 0,5 mL, 0,25 mL.

sumber: