konsensus PNPK buku ajar Pedoman SPM

Kamis, 03 Agustus 2017

QUADRIVALENT HUMAN PAPILLOMAVIRUS TYPES (6, 11, 16, 18) RECOMBINANT VACCINE

QUADRIVALENT HUMAN PAPILLOMAVIRUS TYPES (6, 11, 16, 18) RECOMBINANT
VACCINE. 1 dosis (0.5 mL) mengandung kira-kira L1 protein HPV tipe 6(20 mcg), tipe
11 (40 mcg), tipe 16 (40 mcg) dan tipe 18 (20 mcg).
Indikasi
Pencegahan terhadap kanker serviks, high grade cervical dysplasia (CIN 2/3), high grade
vulvar dysplastic lession (VIN 2/3), kondiloma akuminata yang berhubungan dengan HPV
tipe 6, 11, 16 dan 18.
Kontra Indikasi
Hipersensitivitas terhadap salah satu substansi aktif yang terkandung dalam vaksin.
Peringatan dan Perhatian
Hanya melindungi penyakit yang disebabkan HPV tipe 6, 11, 16 dan 18. Hati-hati pada
penderita trombositopenia atau gangguan pembekuan darah lainnya karena dapat
penyebabkan perdarahan pada saat penyuntikan.

Dosis
Serial vaksinasi utama terdiri dari 3 dosis terpisah 0,5 mL i.m. dengan jadwal: 0, 2, 6
bulan. Lokasi suntikan disarankan bagian deltoid lengan atas atau area panggul bagian
atas (anterolateral).
Efek Samping
Demam, eritema, nyeri, bengkak, gatal.
Sediaan
Inj jarum suntik pra-isi 0,5 mL. Tiap 0,5 mL mengandung kira-kira L1 protein HPV tipe 6(20
mcg), tipe 11 (40 mcg), tipe 16 (40 mcg) dan tipe 18 (20 mcg).

sumber:

ANTIGEN (REKOMBINAN) HEPATITIS B DENGAN KEMURNIAN TINGGI

ANTIGEN (REKOMBINAN) HEPATITIS B DENGAN KEMURNIAN TINGGI
Indikasi
Imunisasi aktif menghadapi hepatitis B. (Sebagai vaksin lengkap atau booster).
Kontra Indikasi
Infeksi dengan demam tinggi.
Peringatan dan Perhatian
Kehamilan, keterlambatan vaksinasi pada infeksi serius.
Dosis
Dewasa 20 mcg i.m. pada deltoid, bulan ke 0, 1, 6.
Efek Samping
Reaksi lokal tempat suntikan, mual, penat, demam, sakit kepala, rasa lesu.
Interaksi Obat
Imunosupresan.
Sediaan
Inj vial 10 mcg/0,5 mL; 20 mcg/1 mL.

sumber:

VIRUS HEPATITIS A INAKTIF

VIRUS HEPATITIS A INAKTIF
Indikasi
Pencegahan infeksi virus hepatitis A pada dewasa dan remaja > 15 tahun.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap komponen-komponen vaksin. Tunda vaksin pada penyakit demam
akut.
Peringatan dan Perhatian
Penderita hemodialisis, gangguan sistem imun, hamil, menyusui, trombositopeni dan
gangguan perdarahan.
Dosis
Dewasa: dosis awal 0,5 mL sebagai imunisasi primer, dosis ke 2: 1 bulan kemudian, dosis
ke 3: 6 bulan kemudian.
Efek Samping
Nyeri tempat suntikan, eritema, indurasi, bengkak dan kemerahan. Hal yang jarang adalah
demam, lesu, lemah, sakit kepala, mual, dan hilangnya nafsu makan.
Sediaan
Inj vial 720 Elisa u/mL x 0,5 mL.

sumber:

VAKSIN DIFTERI TETANUS

VAKSIN DIFTERI TETANUS
Indikasi
Pencegahan tetanus dan difteri, dapat sebagai imunisasi primer maupun booster.
Kontra Indikasi
Alergi terhadap komponen obat.

Peringatan dan Perhatian
Hamil, menyusui.
Dosis
Imunisasi primer 3 x 0,5 mL. Kedua dosis pertama terpisah 4-8 minggu, dosis ketiga 6-12
bulan setelah dosis kedua. Booster direkomendasikan setiap 10 tahun.
Efek Samping
Demam ringan dan kemerahan.
Interaksi Obat
Obat imunosupresan, kortikosteroid melemahkan respons terhadap vaksin.
Sediaan
Inj vial tiap dosis 0,5 mL mengandung 5 Lf tetanus toxoid dan 2 Lf difteri toksoid.

sumber:


ANTITETANUS SERUM

ANTITETANUS SERUM
Indikasi
Profi laksis dan tatalaksana tetanus.
Peringatan dan Perhatian
Monitor tanda-tanda alergi serum.
Dosis
Profi laksis: 1500-3000 UI dosis tunggal i.m. atau s.k. Terapeutik: 50.000-200.000 UI i.m.
atau i.v. dosis pertama, berikutnya tergantung keparahan penyakit
Sediaan
Inj amp 1500 UI.


sumber:

IMMUNOGLOBULIN G PLASMA INTRAVENA (MANUSIA) 2,5 gr (5%).

IMMUNOGLOBULIN G PLASMA INTRAVENA (MANUSIA) 2,5 gr (5%).
Indikasi
Imunodefi siensi primer dan sekunder, Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP),
Kawasaki syndrome (KS), Guillain-Barre Syndrome (GBS).
Kontra Indikasi
Hipersensitif berat pada imunoglobulin i.v. atau i.m., pasien defi siensi IgA.

Dosis
Infus i.v. Sindrom immunodefi siensi primer 400-800 mg/kgBB, kemudian 200 mg/kgBB tiap
3 minggu, pemeliharaan: 200-800 mg/kgBB/bulan. Sindrom imunodefi siensi sekunder:
200-400 mg/kgBB tiap 3-4 minggu. ITP: induksi 800-1000 mg/kgBB/hari selama 1-2
hari. Dosis pemeliharaan 400 mg/kgBB 1 kali/minggu. KS: 2 g/kgBB dosis tunggal atau
dosis dibagi untuk 2-5 hari. GBS: 400 mg/kgBB selama 3-7 hari.
Efek Samping
Pusing, palpitasi, mual dan demam ringan.
Sediaan
Inj vial 2,5 g/150 mL.

sumber:

TIOTROPIUM

TIOTROPIUM
Indikasi
Pengobatan pasien PPOK, termasuk bronkitis kronis dan emfi sema.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap atropin atau derivatnya, misalnya ipratropium atau oksitropium atau
komponen lain dari obat.
Peringatan dan Perhatian
Tidak untuk pengobatan awal atau episode akut dari bronkospasme, reaksi hipersensitivitas
langsung dapat terjadi sesudah penggunaan, glaukoma sudut sempit, hiperplasia prostat,
obstruksi kandung kemih, gangguan ginjal sedang sampai berat, hamil, menyusui.
Dosis
Inhalasi isi dari kaps 1 kali/hari, pada saat yang sama setiap harinya, kapsul tidak boleh
ditelan.
Efek Samping
Pusing, pandangan kabur, takikardia, palpitasi, mulut kering, bronkospasme, sulit
berkemih, retensi urin, ruam, urtikaria, pruritus.
Interaksi Obat
Obat-obat antikolinergik lain.
Sediaan
Kaps inhalasi 18 mcg.