konsensus PNPK buku ajar Pedoman SPM

Rabu, 30 November 2016

Vaginitis


Vaginitis adalah peradangan pada vagina ya:ng ditandai dengan adanya pruritus, keputihan, dispareunia, dan disuria. Penyebab vaginitis:
1. Vaginosis bakterialis (bakteri Gardnerella Vaginalis adalah bakteri anaerob yang bertanggungjawab atas terjadinya infeksi vagina yang non-spesifik, insidennya terjadi sekitar 23,6%).
2. Trikomonas (kasusnya berkisar antara 5,1-20%).
3. Kandida(vaginal kandidiasis, merupakan penyebab tersering peradangan pada vagina yang terjadi pada wanita hamil, insidennya berkisar antara 15-42%).


Hasil Anamnesis(Subjective)
Keluhan
Bau adalah keluhan yang paling sering dijumpai.
Gejala klinis
1. Bau
2. Gatal (pruritus)
3. Keputihan
4. Dispareunia
5. Disuria

Faktor Risiko
1. Pemakai AKDR
2. Penggunaan handuk bersamaan
3. Imunosupresi
4. Diabetes melitus
5. Perubahan hormonal (misal : kehamilan)
6. Penggunaan terapi antibiotik spektrum luas
7. Obesitas.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan adanya iritasi,eritema atau edema pada vulva dan vagina. Mungkin serviks juga dapat tampak eritematous.
Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan mikroskopik cairan atau sekret vagina.
2. Pemeriksaan pH cairan vagina.
3. Pemeriksaan uji whiff: Jika positif berarti mengeluarkan mengeluarkan bau seperti anyir (amis) pada waktu ditambahkan larutan KOH.
Penegakan Diagnostik(Assessment)
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang.
Vaginitis harus dicari penyebabnya, dengan menilai perbedaan tanda dan gejala dari masing-masing penyebab, dapat pula dengan menilai secara mikroskopik cairan vagina.
Tabel 15.1 Kriteria diagnostik vagintis








Sindroma
 Kriteria                 Normal
diagnostik                      
Vaginosis Bakterialis
Vaginosis Trikomoniasis
Vulvovaginitis Kandida
pH Vagina
3,8-4,2
> 4,5
> 4,5
>4,5 (usually)
cairan Vagina
Putih, jernih, halus
Tipis, homogen, putih, abu-abu, lengket, sering kali bertambah banyak
Kuning-hijau, berbuih, lengket, tambah banyak
Putih seperti keju,kadang-kadang tambah banyak.
Uji whiff
-
+
±
-
Bau amis (KOH)
Tidak ada
Ada
Mungkin ada
Tidak ada
KU
Tidak ada
Keputihan, bau busuk (mungkin tambah tidak enak setelah senggama), kemungkinan gatal
Keputihan berbuih, bau busuk, pruritus vulva, disuria
Gatal/panas, keputihan
Pemeriksaan mikroskopik
Laktobasili, sel-sel epitel
Clue cell dengan bakteri kokoid yang melekat, tidak ada leukosit
Trikomonas, leukosit > 10 lapangan pandangan luas
Kuncup jamur, hifa, pseudohifa (preparat basah dengan KOH)


Diagnosis Banding
Vaginosis bakterialis, Vaginosis trikomonas, Vulvovaginitis kandida
Komplikasi: -
Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
1. Menjaga kebersihan diri terutama daerah vagina
2. Hindari pemakaian handuk secara bersamaan

3. Hindari pemakaian sabun untuk membersihkan daerah vagina yang dapat menggeser jumlah flora normal dan dapat merubah kondisi pH daerah kewanitaan tersebut.
4. Jaga berat badan ideal
5. Farmakologis:
a. Tatalaksana vaginosis bakterialis
 Metronidazol 500 mg peroral 2 x sehari selama 7 hari
 Metronidazol pervagina 2 x sehari selama 5 hari
 Krim klindamisin 2% pervagina 1 x sehari selama 7 hari
b. Tatalaksana vaginosis trikomonas
 Metronidazol 2 g peroral (dosis tunggal)
 Pasangan seks pasien sebaiknya juga diobati
c. Tatalaksana vulvovaginitis kandida
 Flukonazol 150 mg peroral (dosis tunggal)
Konseling dan Edukasi
Memberikan informasi kepada pasien, dan (pasangan seks) suami, mengenai faktor risiko dan penyebab dari penyakit vaginitis ini sehingga pasien dan suami dapat menghindari faktor risikonya. Dan jika seorang wanita terkena penyakit ini maka diinformasikan pula pentingnya pasangan seks (suami) untuk dilakukan juga pemeriksaan dan terapi guna pengobatan secara keseluruhan antara suami-istri dan mencegah terjadinya kondisi yang berulang.
Peralatan
1. Peralatan laboratorium sederhana untuk pemeriksaan cairan vagina
2. Kertas lakmus

Prognosis
Prognosis pada umumnya bonam.


No. ICPC-2 : X84 Vaginitis
No. ICD-10 : N76.0 Acute Vaginitis
Tingkat Kemampuan : 4A

Referensi
1. Anastasia,D. 2006. Aspects Concerning Frequency And Ethiology Of Vaginitis In Pregnant Women. In:The Two Last Terms Of Pregnancy. Universitary Clinic of Obstetrics and Gynecology “Bega” Timisoara.p.157-159 (D, 2006)
2. Mochamad, A. Ali, B. Prajitno, P.R. 2011.Ilmu Kandungan. Edisi ketiga. Jakarta. PT Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. (Mochamad, et al., 2011)

0 komentar:

Posting Komentar