konsensus PNPK buku ajar Pedoman SPM

Jumat, 27 Januari 2017

PEDOMAN TATALAKSANA GAGAL JANTUNG PERKI - 2015 -1 : FREE EBOOK



PEDOMAN TATALAKSANA GAGAL JANTUNG
PERKI - 2015


DAFTAR ISI
Kata Pengantar Ketua Pengurus Pusat PERKI
I. Pendahuluan ............................................................................... 1
II. Definisi dan Diagnosis ................................................................ 1
III. Tatalaksana Non Farmakologis .................................................. 12
IV. Tatalaksana Farmakologis ......................................................... 14
V. Terapi Alat Non Bedah pada Gagal Jantung Sistolik ............... 28
VI. Gagal Jantung dan Komorbiditas .............................................. 34
a. Angina .............................................................................. 34
b. Hipertensi ......................................................................... 35
c. Diabetes ........................................................................... 36
d. Disfungsi Ginjal dan Sindroma Kardiorenal .................. 37
VII. Gagal Jantung Akut .................................................................... 39
VIII. Daftar pustaka ............................................................................ 47

I . PENDAHULUAN
Gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang progresif dengan angka
mortalitas dan morbiditas yang tinggi di negara maju maupun negara
berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia, usia pasien gagal jantung
relatif lebih muda dibanding Eropa dan Amerika disertai dengan tampilan
klinis yang lebih berat.Tujuan penulisan buku ini untuk memberikan
pedoman praktis dalam melakukan diagnosis, penilaian dan
penatalaksanaan gagal jantung akut serta kronik. Pendekatan berdasarkan
hasil penelitan digunakan untuk menentukan kelas rekomendasi, disertai
dengan penilaian tambahan berupa kualitas kesahihan penelitan. European
Society of Cardiology guidelines for the diagnosis and treatment of acute
and chronic heart failure 2012, Heart Failure Society of America 2010
Comprehensive Heart Failure Practice Guidelines, ESC Guidelines on
diabetes, pre-diabetes, andcardiovascular diseases 2013, dan American
Diabetes Association-Standards of Medical Care 2012 digunakan sebagai
pedoman dalam penulisan buku ini.


DEFINISI DAN DIAGNOSIS

DEFINISI GAGAL JANTUNG

Gagal jantung adalah kumpulan gejala yang kompleks dimana seorang pasien harus memiliki tampilan berupa: Gejala gagal jantung (nafas pendek yang tipikal saat istrahat atau saat melakukan aktifitas disertai / tidak
kelelahan); tanda retensi cairan (kongesti paru atau edema pergelangan kaki); adanya bukti objektif dari Gangguan struktur atau fungsi jantung saat istrahat (Tabel 1 dan 2).
Disadur dari ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and
chronic heart failure 20081


Tabel 1 Tanda dan gejala gagal jantung
 Definisi gagal jantung
Gagal jantung merupakan kumpulan gejala klinis pasien dengan tampilan seperti :
Gejala khas gagal jantung : Sesak nafas saat istrahat atau aktifitas, kelelahan,
edema tungkai
DAN
Tanda khas Gagal Jantung : Takikardia, takipnu, ronki paru, efusi pleura,
peningkatan tekanan vena jugularis, edema perifer, hepatomegali.
DAN
Tanda objektf gangguan struktur atau fungsional jantung saat istrahat,
kardiomegali, suara jantung ke tiga, murmur jantung, abnormalitas dalam
gambaran ekokardiografi, kenaikan konsentrasi peptida natriuretik


Download lengkap Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung PERKI 2015
di sini ----->  DOWNLOAD / BACA


Klasifikasi
Tabel 3. Klasifikasi gagal jantung berdasarkan kelainan struktural jantung atau berdasarkan gejala yang berkaitan dengan kapasitas fungsional NYHA.


Istilah tambahan
Gagal jantung sering juga diklasifikasikan sebagai gagal jantung dengan penurunan fungsi sistolik (fraksi ejeksi) atau dengan gangguan fungsi diastolik (fungsi sistolik atau fraksi ejeksi normal), yang selanjutnya akan
disebut sebagai Heart Failure with Preserved Ejection Fraction (HFPEF). Selain itu, myocardial remodeling juga akan berlanjut dan menimbulkan  sindroma klinis gagal jantung.

Download lengkap Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung PERKI 2015

di sini ----->  DOWNLOAD / BACA



Algoritma diagnosis gagal jantung
Algoritma diagnosis gagal jantung atau disfungsi ventrikel kiri (Gambar 1). Penilaian klinis yang  teliti diperlukan untuk mengetahui penyebab gagal jantung, karena meskipun terapi gagal jantung umumnya sama bagi sebagain besar pasien, namun keadaan tertentu memerlukan terapi spesifik dan mungkin penyebab dapat dikoreksi.

TEKNIK DIAGNOSTIK
Uji diagnostik biasanya paling sensitif pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah.Uji diagnostik sering kurang sensitf pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi normal. Ekokardiografi merupakan metode yang paling berguna dalam melakukan evaluasi disfungsi sistolik dan diastolic.


Elektrokardiogram (EKG)
Pemeriksaan elektrokardiogram harus dikerjakan pada semua pasien diduga gagal jantung.Abnormalitas EKG sering dijumpai pada gagal jantung (Tabel 4).Abnormalitas EKG memiliki nilai prediktif yang kecil dalam mendiagnosis gagal jantung, jika EKG normal, diagnosis gagal jantung khususnya dengan disfungsi sistolik sangat kecil (< 10%).


Foto Toraks
Merupakan komponen penting dalam diagnosis gagal jantung. Rontgen toraks dapat mendeteksi kardiomegali, kongesti paru, efusi pleura dan dapat mendeteksi penyakit atau infeksi paru yang menyebabkan atau memperberat sesak nafas (Tabel 5). Kardiomegali dapat tidak ditemukan pada gagal jantung akut dan kronik.

Tabel 4Abnormalitas EKG yang umum ditemukan pada gagal jantung


Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium rutin pada pasien diduga gagal jantung adalah darah perifer lengkap (hemo-globin, leukosit, trombosit), elektrolit, kreatinin, laju filtrasi glomerulus (GFR), glukosa, tes fungsi hati dan urinalisis.
Pemeriksaan tambahan laindipertimbangkan sesuai tampilan klinis.
Gangguan hematologis atau elektrolit yang bermakna jarang dijumpai pada pasien dengan gejala ringan sampai sedang yang belum diterapi, meskipun anemia ringan, hiponatremia, hiperkalemia dan penurunan fungsi ginjal sering dijumpai terutama pada pasien dengan terapi menggunakan diuretik dan/atau ACEI (Angiotensin Converting Enzime Inhibitor), ARB (Angiotensin Receptor Blocker), atau antagonis aldosterone.

Tabel 6 Abnormalitas pemeriksaan laboratorium yang sering dijumpai pada gagal jantung
Peptida Natriuretik
Terdapat bukti - bukti yang mendukung penggunaan kadar plasma peptidanatriuretik untuk diagnosis, membuat keputusan merawat atau memulangkan pasien, dan mengidentifikasi pasien pasien yang berisiko mengalami dekompensasi. Konsentrasi peptida natriuretik yang normal sebelum pasien diobati mempunyai nilai prediktif negatif yang tinggi dan membuat kemungkinan gagal jantung sebagai penyebab gejalagejala yang dikeluhkan pasien menjadi sangat kecil (Gambar 1).
Kadar peptida natriuretik yang tetap tinggi walaupun terapi optimal mengindikasikan prognosis buruk.Kadar peptidanatriuretik meningkat sebagai respon peningkatan tekanan dinding ventrikel. Peptida natriuretik mempunyai waktu paruh yang panjang, penurunan tiba-tiba tekanan dinding ventrikel tidak langsung menurunkan kadar peptida natriuretik.

Troponin I atau T
Pemeriksaan troponin dilakukan pada penderita gagal jantung jika gambaran klinisnya disertai dugaan sindroma koroner akut. Peningkatan ringan kadar troponin kardiak sering pada gagal jantung berat atau selama episode dekompensasi gagal jantung pada penderita tanpa iskemia miokard.

Ekokardiografi
Istilah ekokardiograf digunakan untuk semua teknik pencitraan ultrasound jantung termasuk pulsed and continuous wave Doppler, colour Doppler dan tissue Doppler imaging (TDI). Konfirmasi diagnosis gagal jantung dan/atau disfungsi jantung dengan pemeriksaan ekokardiografi adalah keharusan dan dilakukan secepatnya pada pasien dengan dugaan gagal jantung. Pengukuran fungsi ventrikel untuk membedakan antara pasien disfungsi sistolik dengan pasien dengan fungsi sistolik normal adalah fraksi ejeksi ventrikel kiri (normal > 45 - 50%).

Diagnosis gagal jantung dengan fraksi ejeksi normal (HFPEF/ heart failure
with preserved ejection fraction)
Ekokardiografi mempunyai peran penting dalam mendiagnosis gagal
jantung dengan fraksi ejeksi normal. Diagnosis harus memenuhi tiga
kriteria:
1. Terdapat tanda dan/atau gejala gagal jantung
2. Fungsi sistolik ventrikel kiri normal atau hanya sedikit terganggu (fraksi ejeksi > 45 - 50%)
3. Terdapat bukti disfungsi diastolik (relaksasi ventrikel kiri abnormal / kekakuan diastolik)

Ekokardiografi transesofagus
Direkomendasikan pada pasien dengan ekokardiografi transtorakal tidak adekuat (obesitas, pasien dengan ventlator), pasien dengan kelainan katup, pasien endokardits, penyakit jantung bawaan atau untuk mengeksklusi trombus di left atrial appendagepada pasien fibrilasi atrial

Ekokardiografi beban
Ekokardiografi beban (dobutamin atau latihan) digunakan untuk mendeteksi disfungsi ventrikel yang disebabkan oleh iskemia dan menilai viabilitas miokard pada keadaan hipokinesis atau akinesis berat

Tabel 7 Abnormalitas ekokardiografk yang sering dijumpai pada gagal Jantung


Download lengkap Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung PERKI 2015
di sini ----->  DOWNLOAD / BACA





Sudah baca tentang PEDOMAN TATALAKSANA SINDROM KORONER AKUT PERKI 2015 ?

silahkan baca di sini :  ---->  baca/ download

0 komentar:

Posting Komentar